Sinergi Plastindo Naikkan Kapasitas Produksi 200%
JAKARTA, investor.id – PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) akan menaikkan kapasitas produksi 200% secara bertahap, melalui pembangunan pabrik baru di Cikupa, Tangerang. Dana dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp 30,97 miliar akan digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan pabrik, guna meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan.
"Pengembangan usaha yaitu pembangunan pabrik baru, sehingga kapasitas total pabrik kami menjadi tiga kali lipat dari pabrik saat ini. Jadi, proyeksi kami 2022 bisa mencapai tiga kali lipat, atau 200% pertumbuhannya dari saat ini," ujar Direktur Utama PT Sinergi Inti Plastindo Eric Budisetio di Jakarta, Kamis (14/11).
Peningkatan kapasitas pabrik akan dilakukan melalui dua tahap pengembangan, yang akan dilakukan hingga 2022. Nantinya, kapasitas total pabrik menjadi 8.000 ton per tahun.
"Peningkatan lewat kapasitas pabrik baru akan melalui dua tahap. Tahun 2019-2020 mencapai dua kali lipatnya, dari saat ini 2.800 ton per tahun. Kami akan mencapai kurang lebih bisa 7.000-8.000 ton per tahunnya di tahap dua nanti," imbuh Eric.
Menurut Eric pembangunan pabrik baru sebagian telah selesai dan kini perseroan mempersiapkan mesin-mesin operasional penunjang produksi. Pabrik ini akan mulai beroperasi pada Januari 2020.
“Saat ini, kapasitas perusahaan telah terpasang penuh, sehingga perseroan memutuskan untuk membangun pabrik baru demi memenuhi permintaan pasar. Kami bangun pabrik yang baru lagi untuk bisa menampung permintaan pasar plastik, yang pertumbuhannya 7% per tahun," ungkap Eric.
Pertumbuhan Pendapatan
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% hingga akhir tahun ini, menjadi sekitar Rp 70 miliar. Hingga Mei 2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 23,74 miliar dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 679 juta.
Untuk mendorong pertumbuhan, perseroan kini fokus untuk melakukan diversifikasi produk kemasan plastik yang mengarah ke industri e-commerce. "Akan kami fokuskan ke e-commerce, kebutuhan kemasan mereka banyak sekali, terlebih untuk logistiknya, kebutuhannya cukup besar," papar Eric.
Hingga saat ini, Sinergi memasarkan produknya dengan porsi 70% ke Jabodetabek dan Jawa Barat. Sedangkan 30%-nya ke wilayah Sumatera.
Listing di BEI
Pada gelaran IPO saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sinergi Inti Plastindo tercatat menawarkan 190 juta saham baru, atau setara dengan 29,69% modal disetor dan ditempatkan perseroan. Perseroan menawarkan saham barunya dengan harga Rp 163 per saham.
Menurut Eric, saham ESIP mendapatkan minat positif dari para investor. Seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik, dengan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 360 kali dari jumlah saham yang ditawarkan untuk porsi pooling, jauh melebihi ekspektasi perseroan.
“Dari aksi korporasi ini, perseroan menerima dana sebesar Rp 30,97 miliar, yang seluruhnya digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan pabrik guna meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan perseroan. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas dan PT NongHyup Korindo Sekuritas Indonesia selaku joint lead underwriter,” imbuhnya.
Perseroan juga menerbitkan 152 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan, atau sebanyak 33,78% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru, yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Waran Seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun, dengan harga pelaksanaan Rp 240 per saham.
Sementara itu, Head of Investment Banking PT UOB Kay Hian Sekuritas Daud Gunawan menyatakan, meningkatnya kebutuhan plastik masyarakat Indonesia akan membuat industri plastik semakin berkembang. ”Potensi dan kebutuhan industri plastik di Indonesia sangat tinggi, sehingga langkah strategis perseroan untuk mendapatkan pendanaan dari bursa merupakan langkah yang tepat. Perseroan juga optimistis akan terus bertumbuh untuk memasok kebutuhan plastik pada pasar mikro dan menengah,” tuturnya. (en)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler


