Kamis, 14 Mei 2026

Pendapatan Adi Sarana Naik 25%

Penulis : Thereis Love Kalla
1 Apr 2020 | 12:50 WIB
BAGIKAN
Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk (Assa Rent). Foto: Investor Daily/UTHAN A RACHIM
Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama PT Adi Sarana Armada Tbk (Assa Rent). Foto: Investor Daily/UTHAN A RACHIM

JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% pada 2019 menjadi Rp 2,33 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 1,86 triliun. Kenaikan itu terutama ditopang jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada, Prodjo Sunarjanto menjelaskan, total pendapatan yang dibukukan perseroan tahun silam terdiri atas jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool sebesar 54%, diikuti penjualan kendaraan bekas 17%, sewa juru mudi 13%, jasa logistik 7%, jasa lelang 6%, jasa express delivery 3,6%, dan dari bisnis baru Share Car & Caroline.id sebesar 0,03%.

“Jasa sewa kendaraan masih menjadi kontributor terbesar. Kami tengah menyiapkan armada lebih banyak untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat,” tutur Prodjo Sunarjanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/3).

Prodjo menambahkan, pendapatan jasa sewa dan autopool pada 2019 meningkat 20% menjadi Rp 1,25 triliun. Pendapatan layanan pengemudi yang terkait dengan jasa sewa turut meningkat 12% menjadi Rp272 miliar.

ADVERTISEMENT

Laba Bersih Turun

Di sisi lain, menurut Prodjo Sunarjanto, pertumbuhan laba bersih perseroan menyusut 23% menjadi Rp 110,40 miliar dari raihan laba bersih tahun sebelumnya sebanyak Rp 143,50 miliar.

Dia mengungkapkan, berbagai investasi bisnis baru yang dilakukan perseroan pada 2019 berpengaruh terhadap meningkatnya beban keuangan. Hal itu berdampak pada turunnya laba bersih perseroan.

“Investasi bisnis baru pada 2019 antara lain dimulainya operasional bisnis express delivery Anteraja. Perseroan juga mengakuisisi JBA (balai lelang Jepang) untuk merger dengan BidWin (balai lelang ASSA) menjadi PT JBA Indonesia, yang merupakan balai lelang otomotif terbesar di Indonesia,” papar dia.

Menurut dia, bisnis jasa lelang yang baru beroperasi pada Februari 2019 sudah menghasilkan pendapatan Rp 142 miliar pada 2019. Kinerja positif di tengah pasar mobil bekas nasional yang sedang menurun disebabkan membaiknya kinerja internal anak perusahaan, PT JBA Indonesia.

“Upaya meningkatkan kemampuan teknologi dan penambahan jaringan cabang menjadi 18 cabang membuahkan hasil yang positif,” ucap dia.

Prodjo Sunarjanto mengakui, untuk awal 2020, pandemi Virus Korona (Covid-19) ikut mendorong permintaan mobil bekas karena sejumlah penduduk mulai menghindari penggunaan angkutan umum dan beralih menggunakan mobil pribadi.

Selain itu, kata dia, Adi Sarana Armada mengoptimalkan bisnis jual beli kendaraan dengan transaksi secara online melalui situs Caroline.id yang diluncurkan pada tahun lalu. Pendapatan Share Car dan Caroline.id pada 2019 mencapai Rp 584 juta dan diharapkan memberi kontribusi lebih besar tahun ini.

Bisa Bertahan

Menurut Prodjo, tahun ini tantangan bisnis semakin luar biasa akibat Covid-19. Namun, ia optimistis, dengan strategi yang bertumpu pada pilar bisnis mobilitas, lelang, dan logistik yang mengarah ke end-to-end, perseroan akan mampu tumbuh stabil dan bertahan.

Prodjo menambahkan, Adi Sarana Armada akan gencar mengembangkan bisnis express delivery di bawah PT Tri Adi Bersama dengan merek dagang Anteraja. Anteraja yang mulai beroperasi pada Maret 2019 ini telah mencetak volume pengiriman barang sebanyak 100 ribu paket per hari, mencakup 60 kabupaten/kota di Indonesia, serta mencetak pendapatan Rp 83 miliar pada 2019.

Dia mengemukakan, di tengah bisnis logistik yang sedang mengalami penurunan pendapatan sebesar 14% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2019, Anteraja menggenjot utilisasi truk dan kendaraan logistik untuk bisnis jasa pengiriman ekspres.

“Tahun ini, kami menargetkan volume pengiriman barang Anteraja mencapai 18-20 juta paket, meningkat lebih dari 200% dibanding tahun lalu,” papar dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 44 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia