Krakatau Steel bakal Pertahankan Kinerja Positif
JAKARTA, investor.id – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berupaya mempertahankan kinerja positif sampai akhir tahun ini, yang ditandai dengan sinyal perolehan laba anak-anak usaha perseroan hingga Juli 2020. Langkah ini tercermin dengan pergantian logo baru perusahaan yang berwarna biru menjelang perayaan Ulang Tahun ke-50 pada 31 Agustus 2020.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, proses pergantian logo perseroan telah dirumuskan sejak akhir tahun lalu. Ketika itu, manajemen punya semangat bangkit dari kerugian yang dialami selama delapan tahun bertutur-turut. Saat diskusi logo baru, perseroan dalam tahap menjelang kesepakatan restrukturisasi utang senilai US$ 2 miliar dengan 10 kreditur.
Sambil memperbaiki kinerja, manajemen Krakatau Steel mengumpulkan berbagai informasi serta ide dalam membuat logo baru. Aksi ini termasuk meminta saran dan konsultasi dengan dewan komisaris serta Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Ketika sudah ada logo baru, kami lapor ke Menteri BUMN. Lalu, Pak Menteri bilang oke boleh ganti asalkan ada dua hal yang harus dipenuhi. Alhamdulillah, dua hal tersebut sudah dipenuhi,” kata Silmy saat peluncuran logo baru Krakatau Steel di Jakarta, Jumat (28/8).
Dia menegaskan, proses restrukturisasi utang adalah momen penting karena berpotensi menghemat pengeluaran hingga US$ 680 juta selama sembilan tahun. Kemudian, ada inisiatif penghematan rutin belanja operasional yang semula US$ 33 juta menjadi sekitar US$ 14 juta saat ini. Sejumlah upaya tersebut menjadi pijakan awal bagi perusahan untuk menjadi lebih baik.
“Kenapa logonya berwarna biru? Karena identik dengan mimpi kita supaya buku kita biru. Pendekatannya sederhana, perusahaan punya tiga tagline sekarang,” tutur dia.
Nilai pertama Krakatau Steel adalah progressive. Salah satu bentuk aplikasi nilai ini adalah program hilirisasi produk baja yang merupakan salah satu strategi perusahaan meningkatkan nilai tambah produk dan mengoptimalkan utilisasi industri baja dalam negeri.
Selanjutnya, nilai kedua adalah collaborative, yang merupakan upaya Krakatau Steel memegang teguh komitmen sebagai rekan dan mitra terpercaya. Dengan teknologi dan digitalisasi, kolaborasi menjadi semakin mudah dan dampak yang dapat dicapai lebih besar.
Sedangkan nilai ketiga, yakni robust yang memiliki makna kuat dan kokoh. Krakatau Steel berupaya berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur serta menjadi perusahaan mumpuni yang mampu mendukung industri nasional.
Silmy menambahkan, strategi yang dilakukan manajemen sekarang diharapkan berdampak secara jangka panjang. Pihaknya menyiapkan jalur yang lebih mudah bagi siapapun pihak yang akan memimpin Krakatau Steel di masa mendatang. “Saya ingin mengantar Krakatau Steel, pertama adalah untung dan yang kedua adalah meletakkan dasar-dasar nilai perusahaan yang baru untuk dilanjutkan oleh pimpinan berikutnya,” jelas dia.
Pada saat sama, Komisaris Utama Krakatau Steel I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, pihaknya mengapresiasi berbagai upaya extraordinary yang telah dilakukan manajemen. Dewan komisaris menyadari beban yang ditanggung manajemen dalam mengembalikan Krakatau Steel ke marwahnya, yakni memimpin industri baja nasional.
Pihaknya berharap ekonomi nasional dapat kembali tumbuh positif, sehingga menciptakan permintaan tinggi terhadap produk baja. Secara umum, target produksi baja Krakatau Steel adalah mencapai 10 juta ton per tahun. “Di dunia usaha, kami mengenal tidak ada kata senja untuk industri baja ini,” jelas dia.
Anak Usaha
Anak usaha Krakatau Steel mencatatkan laba sebesar US$ 30,04 juta hingga Juli 2020, meningkat signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 791.968. Sementara itu, total pendapatan anak usaha perseroan sampai Juli 2020 mencapai US$ 296,96 juta. Penjualan tertinggi diperoleh PT Krakatau National Resources yang mencapai US$ 59,38 juta dan laba tertinggi diperoleh PT Krakatau Bandar Samudera sebesar US$ 8,15 juta.
Secara umum, kemampuan anak usaha perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya cukup baik ditunjukkan dengan rata-rata current ratio sebesar 133%. Total penjualan di anak usaha yang bergerak di bidang baja sampai Juli 2020 sebesar US$ 127,73 juta, sedangkan perolehan penjualan anak usaha non-baja sampai Juli 2020 mencapai US$ 169,22 juta.
Salah satu contoh anak usaha Krakatau Steel yang sebelumnya merugi dan saat ini memberikan kontribusi kinerja positif, di antaranya PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Wajatama. Pada Juli 2019, KHI Pipe Industries mencatat kerugian sebesar US$ 5,95 juta, namun kini berhasil mencatatkan laba sebesar US$ 5,79 juta.
Sementara itu, Krakatau Wajatama memperoleh laba sebesar US$ 2,05 juta hingga Juli 2020, meningkat dibandingkan periode Juli 2019 yang mencatat kerugian sebesar US$ 7,93 juta. Sedangkan PT Krakatau Tirta Industri dan PT Krakatau Bandar Samudera meraup laba masing-masing sebesar US$ 6,63 juta dan US$ 8,15 juta per Juli 2020.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler


