Kamis, 14 Mei 2026

Anteraja Antarkan Adi Sarana ke Puncak Kejayaan

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Mar 2021 | 11:24 WIB
BAGIKAN
PT Adi Sarana Armada Tbk .
PT Adi Sarana Armada Tbk .

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan bisnis jasa pengiriman barang online melalui Anteraja menjadi pendongkrak kinerja keuangan dan valuasi PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Apalagi, pangsa pasar pengiriman barang di Indonesia masih bertumbuh pesat dan nilai perusahaan pengiriman barang online telah melonjak signifikan di beberapa negara.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, perusahaan logistik yang mengadopsi teknologi digital akan sama halnya dengan bank digital.

Valuasi perusahaan logistik akan ditentukan oleh kemampuan perseroan dalam beroperasi dengan rantai logistic dari hulu ke hilir.

“Adi Sarana merupakan satu perusahaan yang mampu untuk mengadopsi dan menggabungkan keunggulan teknologi dengan kegiatan operasional secara bersamaan melalui anak usahanya, Anteraja,” tulis Hasbie dan Willinoy dalam risetnya.

ADVERTISEMENT
Anteraja Antarkan Adi Sarana ke Puncak Kejayaan
Anteraja salah satu lini bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Selain aspek penggabungan teknologi dan operasional yang baik, Anteraja akan terdorong sentimen positif dari keputusan SF Holding mengakuisisi 51,8% saham Kerry Logistics Network di Hong Kong. Akuisisi bertujuan untuk mendirikan perusahaan logistik terbesar di Asia.

Seperti diketahui, Kerry Logistics telah lama menjadi mitra Puninar Logistics, sister company Adi Sarana.

“Dengan akuisisi Kerry Logistics, Adi Sarana diprediksi menjadi bagian dari mata rantai pengiriman barang untuk pasar internasional,” jelas Hasbie dan Willinoy.

Selain faktor tersebut, Anteraja berhasil mencetak lonjakan pengiriman barang menjadi 50 juta paket pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak enam juta paket.

Lonjakan tersebut mendorong Adi Sarana mendirikan sayap bisnis logistiknya. Pengembangan itu terdiri atas Bisnisaja, yaitu platform yang menyediakan kemudahan pengiriman segmen B2B dengan tujuan menganalisis biaya pengiriman paket secara otomatis.

Perseroan bekerja sama dengan Angkasa Pura II juga meluncurkan Travylite untuk melayani kelebihan bagasi. Anteraja juga meluncurkan Titipaja, yaitu layanan digital pemenuhan gudang multi lokasi di berbagai wilayah.

Anteraja Antarkan Adi Sarana ke Puncak Kejayaan
Kinerja keuangan Adi Sarana Armada

Secara industri, bisnis pengiriman barang di Tanah Air bisa mencapai Rp 3.300 triliun per tahun dan Anteraja baru meraup pendapatan sebesar 0,05% dari pangsa pasar tersebut untuk tahun 2021 dibandingkan dengan pendapatan kombinasi SF Holding dan Kerry Logistics yang telah mencapai Rp 429 triliun pada 2020.

Berdasarkan data Statista bahwa Tiongkok merupakan negara dengan jumlah pengiriman paket terbanyak di dunia mencapai 63,5 juta paket per tahun dan posisi kedua Amerika Serikat (AS) mencapai 14,7 juta paket per tahun. Indonesia baru menempati urutan kedelapan mencapai 1,2 juta paket per tahun.

Namun, apabila dihitung berdasarkan rata-rata per kapita, Jepang merupakan Negara dengan pengiriman paket terbesar mencapai 71 paket per kapita, disusul AS mencapai 30 paket per kapita. Indonesia baru mencapai 4 paket per kapita.

“Kami melihat bahwa bisnis e-commerce di Indonesia masih dalam tahap awal berkembang. Dengan total populasi mencapai 267 juta jiwa dan rata-rata pengiriman paket baru mencapai 5 paket per kapita, Indonesia memiliki pertumbuhan pesat ke depan,” ungkap Hasbie dan Willinoy.

Pertumbuhan pengiriman paket di Indonesia diperkirakan lebih cepat dari perkiraan semula, seiring dengan pandemic Covid-19 yang melanda dunia dan Tanah Air.

Saat ini, total pengiriman paket per hari di Indonesia telah mencapai 4 juta paket dan diharapkan bertumbuh menjadi 6,57 juta paket per hari tahun 2024. Target tersebut menunjukkan CAGR 2020-2024 sekitar 15%.

“Kami memperkirakan Anteraja akan menjadi logistik e-commerce penting di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Kami juga percaya bahwa total pengiriman barang perseroan bisa mencapai 2 juta paket per hari atau melonjak signifikan dibandingkan pencapaian dalam beberapa tahun terakhir,” sebut Hasbie dan Willinoy.

Anteraja Antarkan Adi Sarana ke Puncak Kejayaan
Harga saham ASSA sejak pencatatan saham perdana

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuri- tas untuk merevisi naik targetlaba bersih Adi Sarana tahun ini menjadi Rp 150 miliar dibandingkan perkiraan semula Rp 138 miliar.

Revisi naik sejalan dengan ekspektasi peningkatan target pendapatan perseroan dari Rp 3,47 triliun menjadi Rp 3,87 triliun pada 2021.

Adapun rata-rata peningkatan laba bersih tahunan (CAGR) perseroan diperkirakan mencapai 34% untuk periode 2020-2025. Lonjakan tersebut didukung oleh bisnis logistik pengiriman barang Anteraja yang menunjukkan pertumbuhan luas biasa. Revisi naik target kinerja keuangan ini mendorong Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASSA dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 2.700.

Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksipertumbuhan signifikan total pengiriman paket Anteraja dalam beberapa tahun mendatang dengan CAGR laba bersih perseroan mencapai 34% periode 2020-2025.

Anteraja Antarkan Adi Sarana ke Puncak Kejayaan
Prodjo Sunarjanto SP, Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto sebelumnya mengatakan, perseroan berharap kontribusi yang lebih besar dari bisnis logistik terhadap pendapatan, sejalan dengan perubahangaya berbelanja masyarakat yang beralih ke e-commerce.

“Kami memperkirakan dalam 1-2 tahun mendatang, lini bisnis Anteraja bisa berkon- tribusi di atas 50% terhadap total pendapatan perseroan. Pertumbuhan tersebut diharapkan berimbas terhadap peningkatan pendapatan tahun ini hingga di atas 20%,” jelasnya.

Selain pertumbuhan belanja e-commerce, dia mengatakan, pengembangan bisnis logistik akan didukung atas upaya penguatan Anteraja dengan menargetkan segmen B2B (bisnis) untuk memperluas jaringan kerja sama dengan melakukan pembukaan layanan di kota-kota baru bersamaan dengan penguatan sumber daya manusia.

Sementara itu, pada lini bisnis pelelangan, perseroan berkomitmen mengembangkan situs Caroline sebagai marketplace untuk bertransaksi jual beli mobil dan juga platform ShareCar sebagai technology adaptation untuk pengembangan electric vehicle.

Saat ini, aplikasi ini juga digunakan oleh perseroan untuk meningkatkan utilisasi bisnis rental.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 37 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia