Alkindo Naratama Bidik Kenaikan Penjualan 30%
JAKARTA, Investor.id - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) membidik pertumbuhan penjualan hingga 30% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,10 triliun. Sedangkan laba bersih ditargetkan naik 40%, dibandingkan raihan tahun 2020 senilai Rp 50,6 miliar.
Peningkatan didukung ekspektasi tingginya permintaan kemasan pengiriman (packaging) dan kemasan untuk industri fast-moving consumer goods (FMCG), food and beverages (F&B). Pertumbuhan juga didukung peningkatan segmen bisnis perseroan lainnya.
Direktur Utama Alkindo Naratama H Sutanto mengatakan, pertumbuhan penjualan itu akan ditopang oleh segmen bisnis kertas dan kertas konversi dengan target pasar, yakni bisnis pengiriman (packaging) barang dan kemasan untuk industri FMCG serta F&B.
Pada segmen ini, perseroan mengeluarkan produk terbaru, yakni paper box dan paper bag. Produk terbaru itu diluncurkan perseroan untuk menanggapi pesatnya perkembangan teknologi pemesanan makanan secara daring yang memerlukan packaging.
“Optimisme berdasarkan penjualan yang tinggi dari segmen kertas dan kertas konversi serta kontribusi signifikan dari produk recycled paper melalui anak usaha perseroan, PT Eco Paper Indonesia (ECO),” jelas Sutanto dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Kamis (17/6).
Selain bisnis berbasis kertas, dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan akan disumbang oleh lini bisnis lainya, seperti distribusi bahan kimia tekstil melalui PT Swisstex Naratama Indonesia (SNI). Perusahaan ini melayani para pelaku industri produk tekstil.
Perseroan melalui anak yang bergerak dalam bidang manufaktur water-based polimer yaitu, PT Alfa Polimer Indonesia (ALFA), juga memperkirakan peningkatan pendapatan. Alfa sendiri menyasar pelaku industri kayu, mebel, kertas, cat, roof coating, dan lainnya. Permintaan lini bisnis ini sedang tumbuh pesat didukung permintaan dari Amerika Serikat (AS).
“Kami juga melihat adanya prospek pertumbuhan pada industri kimia tekstil, bisnis ini diharapkan bertumbuh sejalan dengan penerapan aturan safeguard oleh pemerintah. Hal ini diharapkan memacu kembali industri tekstil lokal yang sempat turun saat pandemi,” ujarnya.
Tambah Produksi
Tahun ini, dia menambahkan, Alkindo Naratama akanekspansi dengan memasang mesin produksi tambahan berkapasitas 150 ribu ton per tahun. Pabrik ini akan dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas produksi kertas coklat. Sejauh ini, perseroan tengah melakukan persiapan dengan jangka waktu 12-14 bulan.
Susanto melanjutkan, penyelesaian ekspansi ini akan terbagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama tahun ini dan sisanya tahun depan. Penambahan kapasitas produksi itu diperkirakan menelan biaya berkisar Rp 370-380 miliar. Untuk memuluskan ekspansi, perseroan menyiapkan dana sekitar Rp 170 miliar dari total anggaran belanja yang disiapkan senilai Rp 185 miliar.
“Dengan demikian, Alkindo Naratama optimis dapat mencapai target pertumbuhan laba bersih hingga 40% tahun ini,” kata dia.
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Luar Biasa (RUPSLB) Alkindo memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,5 per saham atau dengan total Rp 1,6 miliar, dibandingkan raihan laba bersih tahun lalu sebesar Rp 50,6 miliar.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






