Kamis, 14 Mei 2026

Alkindo Naratama Bidik Kenaikan Penjualan 30%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
17 Jun 2021 | 19:04 WIB
BAGIKAN
Dari kiri ke kanan, Komisaris Utama PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Lili Mulyadi Sutanto,  Direktur Utama ALDO Herwanto Sutanto dan Direktur ALDO Kuswara  berbincang usai jumpa pers paparan kinerja, di Padalarang, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021).Emiten kertas dan petrokimia PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) optimis dapat meraih pertumbuhan penjualan hingga 30% tahun ini. Target tersebut seiring dengan prospek dari bisnis pengiriman dan kemasan untuk industri E-commerce dan FMCG yang tumbuh pesat.
Dari kiri ke kanan, Komisaris Utama PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) Lili Mulyadi Sutanto, Direktur Utama ALDO Herwanto Sutanto dan Direktur ALDO Kuswara berbincang usai jumpa pers paparan kinerja, di Padalarang, Jawa Barat, Kamis (17/6/2021).Emiten kertas dan petrokimia PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) optimis dapat meraih pertumbuhan penjualan hingga 30% tahun ini. Target tersebut seiring dengan prospek dari bisnis pengiriman dan kemasan untuk industri E-commerce dan FMCG yang tumbuh pesat.

JAKARTA, Investor.id - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) membidik pertumbuhan penjualan hingga 30% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,10 triliun. Sedangkan laba bersih ditargetkan naik 40%, dibandingkan raihan tahun 2020 senilai Rp 50,6 miliar.

Peningkatan didukung ekspektasi tingginya permintaan kemasan pengiriman (packaging) dan kemasan untuk industri fast-moving consumer goods (FMCG), food and beverages (F&B). Pertumbuhan juga didukung peningkatan segmen bisnis perseroan lainnya.

Direktur Utama Alkindo Naratama H Sutanto mengatakan, pertumbuhan penjualan itu akan ditopang oleh segmen bisnis kertas dan kertas konversi dengan target pasar, yakni bisnis pengiriman (packaging) barang dan kemasan untuk industri FMCG serta F&B.

Pada segmen ini, perseroan mengeluarkan produk terbaru, yakni paper box dan paper bag. Produk terbaru itu diluncurkan perseroan untuk menanggapi pesatnya perkembangan teknologi pemesanan makanan secara daring yang memerlukan packaging.

ADVERTISEMENT

“Optimisme berdasarkan penjualan yang tinggi dari segmen kertas dan kertas konversi serta kontribusi signifikan dari produk recycled paper melalui anak usaha perseroan, PT Eco Paper Indonesia (ECO),” jelas Sutanto dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Kamis (17/6).

Selain bisnis berbasis kertas, dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan akan disumbang oleh lini bisnis lainya, seperti distribusi bahan kimia tekstil melalui PT Swisstex Naratama Indonesia (SNI). Perusahaan ini melayani para pelaku industri produk tekstil.

Perseroan melalui anak yang bergerak dalam bidang manufaktur water-based polimer yaitu, PT Alfa Polimer Indonesia (ALFA), juga memperkirakan peningkatan pendapatan. Alfa sendiri menyasar pelaku industri kayu, mebel, kertas, cat, roof coating, dan lainnya. Permintaan lini bisnis ini sedang tumbuh pesat didukung permintaan dari Amerika Serikat (AS).

“Kami juga melihat adanya prospek pertumbuhan pada industri kimia tekstil, bisnis ini diharapkan bertumbuh sejalan dengan penerapan aturan safeguard oleh pemerintah. Hal ini diharapkan memacu kembali industri tekstil lokal yang sempat turun saat pandemi,” ujarnya.

Tambah Produksi

Tahun ini, dia menambahkan, Alkindo Naratama akanekspansi dengan memasang mesin produksi tambahan berkapasitas 150 ribu ton per tahun. Pabrik ini akan dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas produksi kertas coklat. Sejauh ini, perseroan tengah melakukan persiapan dengan jangka waktu 12-14 bulan.

Susanto melanjutkan, penyelesaian ekspansi ini akan terbagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama tahun ini dan sisanya tahun depan. Penambahan kapasitas produksi itu diperkirakan menelan biaya berkisar Rp 370-380 miliar. Untuk memuluskan ekspansi, perseroan menyiapkan dana sekitar Rp 170 miliar dari total anggaran belanja yang disiapkan senilai Rp 185 miliar.

“Dengan demikian, Alkindo Naratama optimis dapat mencapai target pertumbuhan laba bersih hingga 40% tahun ini,” kata dia.

Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Luar Biasa (RUPSLB) Alkindo memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,5 per saham atau dengan total Rp 1,6 miliar, dibandingkan raihan laba bersih tahun lalu sebesar Rp 50,6 miliar.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 43 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia