CLEO Ekspansi Pabrik AMDK di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
SIDOARJO, investor.id - Produsen air minum dalam kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) tetap melakukan ekspansi jaringan pabrik di tengah meningkatnya kasus Covid-19 yang terjadi saat ini. Langkah ini dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan penjualan 30% sampai akhir tahun 2021.
Wakil Direktur Utama PT Sariguna Primatirta Tbk Melisa Patricia mengatakan, ekspansi jaringan pabrik itu meliputi perluasan pabrik di Citereup, Bojonegoro, Medan, Banjarmasin, dan Kendari, dengan total luas tambahan bangunan pabrik seluas 12.144 meter persegi.
Sedangkan ekspansi jaringan penjualan dilakukan melalui distributor utama PT Sentralsari Primasentosa yang sekaligus perusahaan afiliasi.
Untuk itu, menurut Melisa, perseroan telah melakukan pemetaan wilayah pemasaran dan mempertajam fokus pemasaran dengan penambahan jaringan distribusi dengan target jumlah total depo sebanyak 200 depo dan optimalisasi pusat-pusat distribusi yang ada, sehingga diharapkan dapat mencapai efisiensi dan efektifitas kinerja.
“Fokus kita adalah pengembangan pasar baru di wilayah yang belum tergarap, agar mampu mendongkrak peningkatan penjualan perseroan mulai kuartal II-2021 sampai dengan akhir tahun 2021, sehingga kinerja perseroan bertumbuh semakin baik di tahun 2021,” kata Melisa, Senin (5/7).
Menurut Melisa, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 18% pada kuartal I-2021 menjadi 41,84 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 35,46 miliar. Dari sisi penjualan, CLEO membukukan penurunan 12,5% menjadi Rp 237 miliar dibanding kuartal I-2020 yang sebesar Rp 271 miliar.
“Tapi pada kuartal II-2021 kemarin, penjualan perusahaan telah mengalami peningkatan dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar dia.
Pertumbuhan positif yang dicapai selama kuartal I-2021, menurut Melisa, dipicu banyak hal, di antaranya mulai menggeliatnya pasar Horeka (Hotel, Restauran dan Kafe) setelah sempat turun drastis bersamaan dengan awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
Pertumbuhan positif juga tidak lepas dari keberhasilan strategi peningkatan penyerapan pasar dari sektor retail ke warga secara langsung dengan sasaran ke pemukiman-pemukiman warga yang dimulai sejak kuartal II-2020, adanya perbaikan dan peningkatan tata kelola perseroan, dan penerapan strategi ekspansi, baik jaringan pabrik maupun jaringan penjualan untuk peningkatan penjualan, serta adanya efisiensi biaya produksi dan biaya operasional juga memberi dukungan atas perbaikan kinerja di kuartal I 2021.
“Kondisi ini tentu memberi optimisme pada pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 30%," tandas Melisa.
Editor: Eva Fitriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




