Delta Dunia Akuisisi Kontraktor Pertambangan Australia
JAKARTA, investor.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), mengakuisisi unit bisnis Open Cut Mining East dari Downer EDI Ltd asal Australia. Nilai akuisisi dari bisnis kontraktor pertambangan milik Downer Group itu mencapai Aus$ 150 juta atau setara US$ 110 juta.
Chief Executive Officer (CEO) Downer Grant Fenn mengatakan, proses transaksi ini meliputi transfer aset, liabilitas, karyawan, dan kontrak dari Open Cut Mining East ke BUMA. Dalam transaksi ini, Downer akan menerima dana tunai sekitar Aus$ 150 juta dan BUMA sudah membayar Aus$ 16 juta.
Dalam akuisisi ini, BUMA akan memiliki 90% saham Open Cut Mining East. Sementara, AGDM Investments Pty Ltd akan memiliki 10% saham lainnya. Proses akuisisi ini diharapkan rampung sebelum akhir 2021.
Grant mengungkapkan, penjualan Open Cut Mining East merupakan tahap akhir dari proses divestasi portofolio bisnis pertambangan Downer. Total divestasi bisnis pertambangan yang sudah dilakukan Downer mencapai Aus$ 778 juta.
“Penjualan Open Cut Mining East adalah langkah terakhir dari divestasi dan mengikuti divestasi sebelumnya, yakni Downer Blasting Services, penambangan bawah Tanah, Otraco, konsultasi bisnis Snowden dan bagian kami di perusahaan patungan, RTL Mining and Earthworks," jelas Grant dalam keterangan resmi, Senin (11/10).
Adapun belum lama ini, BUMA telah memperoleh fasilitas pinjaman senilai US$ 350 juta dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pinjaman ini memiliki jangka waktu 4,75 tahun dan suku bunga LIBOR +3% per tahun. Pinjaman ini akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan organik dan anorganik BUMA yang bergerak di bisnis kontraktor jasa pertambangan batu bara.
Dengan pinjaman tersebut, perseroan berharap bisa mendukung kontrak baru yang diterima. BUMA telah menandatangani pengembangan kontrak dengan PT Indonesia Pratama (IPR), anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dengan penambahan volume yang akan dimulai pada tahun 2022. BUMA juga menandatangani kontrak baru dengan PT Adaro Indonesia, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
Sementara itu, hingga semester I-2021, Delta Dunia Makmur yang merupakan induk usaha BUMA mencatat rugi bersih senilai US$ 32,94 juta dan pendapatan bersih US$ 348,93 juta. Beban pokok pendapatan meningkat 2,5% menjadi US$ 316,14 juta. Sedangkan aset perseroan bertumbuh 3,59% menjadi US$ 1 miliar. Delta Dunia Makmur adalah portofolio investasi Northstar Group, perusahaan yang dikendalikan Patrick Walujo.
Darma Henwa
Sementara itu, kontraktor pertambangan lainnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bersama anak usahanya, PT Dire Pratama, mendirikan anak usaha baru, PT Darma Reka Teknik (DRT). Pendirian tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur bisnis perseroan.
Berdasarkan keterangan tertulis, aksi korporasi tersebut telah dilaksanakan pada 7 Oktober 2020, dengan tujuan untuk pengembangan bidang usaha di luar jasa kontraktor pertambangan batu bara.
“DRT akan bergerak di bidang reparasi mesin untuk keperluan khusus dan reparasi mesin untuk keperluan umum. Sedangkan perseroan bertindak sebagai pemegang 99,90% saham DRT dan sisanya 0,10% dimiliki Dire,” kata Chief Investor Relations & Corporate Secretary Darma Henwa Mukson Arif Rosyidi.
Dia menegaskan, pendirian anak usaha baru tersebut juga sebagai langkah diversifikasi usaha perseroan untuk dapat memperkuat bisnis dan meningkatkan nilai tambah perseroan di masa mendatang. Anak usaha ini akan memberikan dampak terhadap kinerja keuangan perseroan pada saat perusahaan tersebut beroperasi.
Jika sudah beroperasi, kinerja keuangan perseroan akan meningkat dengan adanya tambahan pendapatan dari kegiatan bisnisnya, yakni reparasi mesin. “Pendirian DRT akan memberikan kelangsungan usaha yang lebih baik kepada perseroan,” ujar Mukson.
Darma Henwa sebelumnya telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp 52 miliar. Dalam kontrak ini, perseroan akan mengerjakan konstruksi jalan pengangkutan batu bara di Bengalon Utara pada area tambang milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kontrak tersebut diraih perseroan pada 6 September 2021. Pelaksanaan proyek ini diperkirakan menghabiskan waktu selama 6 bulan. (bil)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler




