J Resources Asia Pasifik (PSAB) Jual Seluruh Saham Gorontalo Mining, Siapa Pembelinya?
JAKARTA, investor.id - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melalui anak usahanya, PT J Resources Nusantara (JRN) menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Gorontalo Sejahtera Mining kepada PT Andalan Bersama Investama. Nilai transaksi dari penjualan saham tersebut mencapai US$ 150 juta atau setara Rp 2,13 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip pada Minggu, (2/1), JRN menjual 751,94 juta saham dengan nilai nominal Rp 2.167 per saham. Jumlah saham tersebut setara dengan 99,99% kepemilikan saham di Gorontalo Mining.
Penjualan saham ini dilakukan karena J Resources akan mengembangkan tambang emas lain yang dimilikinya. Melalui transaksi ini, PSAB berharap likuiditas bisa meningkat sehingga bisa mendukung modal kerja perseroan dan anak usaha, mengurangi beban pinjaman dan mendukung pengembangan aset tambang emas.
Baca juga: Anak Usaha J Resources Asia Pasifik (PSAB) Lunasi Kredit Sindikasi
"Dengan potensi peningkatan pendapatan dan potensi penurunan beban keuangan diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan dan memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham J Resources," tulis manajemen.
Adapun PSAB ke depannya berencana mengembangkan dua aset penting PSAB, yakni Blok Bakan dan Blok Doup. Direktur Utama J Resources Asia Pasifik Edi Permadi menjelaskan, kedua blok ini merupakan selektif aset.
"Di Bakan kami masih optimis dengan greenfield eksplorasi. Meski sudah beroperasi produksi namun kegiatan eksplorasi tetap dilakukan di Bakan,” terang Edi.
Tambang Bakan yang dikelola anak usaha, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), menjadi penyumbang produksi emas terbesar PSAB. Cadangan emas di tambang Bakan tercatat sebesar 611 koz sementara sumber dayanya mencapai 1,036 koz. Jumlah cadangan tersebut dapat menambah umur Tambang Bakan selama 5-6 tahun. Kegiatan eksplorasi terus dilakukan dengan target mencapai tambahan cadangan sebesar 1 sampai 1,7 koz.
Baca juga: Di Tengah Pandemi, Anak Usaha J Resources Raih Penghargaan Terbaik
“Tambang Bakan memang agak spesial. Perseroan mendapat rezeki luar biasa. Sejak mulai produksi di tahun 2013, cadangan dan sumber dayanya terbilang kecil. Cadangan awal hanya 300 koz. Tetapi sampai sekarang cadangannya terus meningkat. Ini karena keberhasilan perseroan dalam melakukan kegiatan eksplorasi sehingga penemuan cadangan baru bisa menggantikan cadangan yang sudah ditambang,” terang Direktur J Resources Asia Pasifik, Adi Maryono.
Adi menegaskan bahwa tidak banyak perusahaan tambang yang punya komitmen pada kegiatan eksplorasi seperti PSAB.
“Dari kegiatan eksplorasi yang saat ini sedang gencar dilakukan, perseroan menargetkan tambahan cadangan hingga 1 sampai 1,7 juta koz sehingga umur Tambang Bakan akan bertambah 10 tahun lagi,” terang Adi
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler


