Jumat, 15 Mei 2026

Potensi Penghimpunan Dana IPOStart-up Unicorn danDecacornJumlahnya Tak Main-main

Penulis : Thresa Sandra Desfika
25 Jan 2022 | 12:13 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan potensi jumlah dana yang bisa dihimpun dari aksi initial public offering (IPO) start-up unicorn dan decacorn di pasar modal Indonesia bernilai cukup jumbo.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan kebijakan yang diharapkan meningkatkan pertumbuhan jumlah emiten dan nilai emisi di masa depan.

“OJK telah mengeluarkan POJK Nomor 22/POJK.04/2021 tentang Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham,” ungkap Hoesen dalam Seminar Pencapaian Pasar Modal 2021 secara daring, Selasa (25/1).

ADVERTISEMENT

Regulasi itu sebagai langkah mengantisipasi pesatnya perkembangan perusahaan start-up kategori unicorn dan decacorn serta berbagai perusahaan lain berkategori new economy.

Hoesen menambahkan, untuk mendukung penerbitan POJK itu BEI telah merevisi Peraturan Pencatatan Saham BEI No. I-A untuk semakin memperluas kesempatan bagi perusahaan-perusahaan baik konvensional maupun new economy untuk memanfaatkan pendanaan di pasar modal Indonesia.

Berbagai kebijakan tersebut, terang Hoesen, diharapkan akan meningkatkan optimisme bagi pertumbuhan jumlah emiten dan nilai emisi di masa depan. Apalagi, mengingat potensi penghimpunan dana yang dapat diraih dari IPO perusahaan startup uncorn dan decacorn serta perusahaan berkategori new economy terbilang cukup besar. “Mudah-mudahan potensi ini bisa kemudian direailisasikan,” lengkap Hoesen.

Lebih jauh, dia menambahkan, dengan masuknya perusahaan kategori new economy ke BEI juga diharapkan dapat meningkatkan kapitalisasi pasar di BEI dan diharapkan juga jadi daya tarik bagi investor regional dan global untuk masuk ke pasar modal Indonesia.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia