Pak Erick, Hanya 5 BUMN yang Sahamnya Positif, Sisanya Nyungsep
JAKARTA, investor.id – Sebanyak lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya membukukan kinerja saham yang positif selama 30 Desember 2020 hingga 31 Januari 2022 (periode 13 bulan). Sisanya sebanyak 26 BUMN dan anak usaha tercatat negatif pertumbuhan sahamnya.
Lima BUMN dan anak usaha yang mencetak kinerja saham positif adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan kenaikan harga saham paling tinggi mencapai 26,6%, kemudian PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) – anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) – sebesar 20,8%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 18,6%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 18,2%, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 1,4%.
Sisanya 26 BUMN dan anak usaha turun harga sahamnya, dengan penurunan terbesar terjadi pada saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sebesar 65,3%. Sedangkan penurunan paling rendah pada saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sebesar 1,3%.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor dan menerapkan free float dalam perhitungan indeks, termasuk IDX BUMN20 yang dilakukan pada Januari 2022. Dalam daftar terbaru IDX BUMN20 yang akan efektif pada 4 Februari-2 Agustus 2022, BEI memasukkan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Selain itu, BEI mengeluarkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dari indeks IDX BUMN20. Adapun rasio free float Semen Baturaja sebesar 15,30%.
Sebelumnya, Kementerian BUMN mencatat laba BUMN hingga kuartal III-2021 sebesar Rp 61 triliun. Capaian itu melonjak dibandingkan realisasi tahun penuh 2020 yang hanya Rp 13 triliun.
Sebanyak 10 BUMN memperoleh laba terbesar, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 25,66 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 21,05 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 19,07 triliun, PT PLN Rp 12,45 triliun, MIND ID Rp 9,82 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 7,77 triliun, PT Pupuk Indonesia Rp 4,63 triliun, PT Asabri Rp 3,53 triliun, PT Perkebunan Nusantara Rp 2,95 triliun, dan IFG Rp 2,9 triliun.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, dengan Telkom mencatatkan laba BUMN tertinggi pada kuartal III-2021, maka hal tersebut menjadi indikasi bahwa era digitalisasi sudah tak bisa dihindari lagi. “Kalau kita lihat yang kuat itu Telkom. Telkom bukan komoditas, tapi memang era digitalisasi sudah tak terhindarkan. BNI, Mandiri, BRI jelaslah,” ujar Erick Thohir, baru-baru ini.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






