Jumat, 15 Mei 2026

Pak Erick, Hanya 5 BUMN yang Sahamnya Positif, Sisanya Nyungsep

Penulis : Jauhari Mahardhika
1 Feb 2022 | 22:09 WIB
BAGIKAN
Petugas melihat monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Petugas melihat monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id – Sebanyak lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya membukukan kinerja saham yang positif selama 30 Desember 2020 hingga 31 Januari 2022 (periode 13 bulan). Sisanya sebanyak 26 BUMN dan anak usaha tercatat negatif pertumbuhan sahamnya.

Lima BUMN dan anak usaha yang mencetak kinerja saham positif adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan kenaikan harga saham paling tinggi mencapai 26,6%, kemudian PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) – anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) – sebesar 20,8%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 18,6%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 18,2%, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 1,4%.

Sisanya 26 BUMN dan anak usaha turun harga sahamnya, dengan penurunan terbesar terjadi pada saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sebesar 65,3%. Sedangkan penurunan paling rendah pada saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel sebesar 1,3%.

ADVERTISEMENT
Pak Erick, Hanya 5 BUMN yang Sahamnya Positif, Sisanya Nyungsep
Kinerja saham BUMN dan anak usaha periode 13 bulan.
Pak Erick, Hanya 5 BUMN yang Sahamnya Positif, Sisanya Nyungsep

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor dan menerapkan free float dalam perhitungan indeks, termasuk IDX BUMN20 yang dilakukan pada Januari 2022. Dalam daftar terbaru IDX BUMN20 yang akan efektif pada 4 Februari-2 Agustus 2022, BEI memasukkan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Selain itu, BEI mengeluarkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dari indeks IDX BUMN20. Adapun rasio free float Semen Baturaja sebesar 15,30%.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mencatat laba BUMN hingga kuartal III-2021 sebesar Rp 61 triliun. Capaian itu melonjak dibandingkan realisasi tahun penuh 2020 yang hanya Rp 13 triliun.

Sebanyak 10 BUMN memperoleh laba terbesar, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 25,66 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 21,05 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 19,07 triliun, PT PLN Rp 12,45 triliun, MIND ID Rp 9,82 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 7,77 triliun, PT Pupuk Indonesia Rp 4,63 triliun, PT Asabri Rp 3,53 triliun, PT Perkebunan Nusantara Rp 2,95 triliun, dan IFG Rp 2,9 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, dengan Telkom mencatatkan laba BUMN tertinggi pada kuartal III-2021, maka hal tersebut menjadi indikasi bahwa era digitalisasi sudah tak bisa dihindari lagi. “Kalau kita lihat yang kuat itu Telkom. Telkom bukan komoditas, tapi memang era digitalisasi sudah tak terhindarkan. BNI, Mandiri, BRI jelaslah,” ujar Erick Thohir, baru-baru ini.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia