Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Tipis Dibayangi Geopolitik Ukraina dan Kebijakan Fed

Penulis : Indah Handayani
21 Feb 2022 | 18:02 WIB
BAGIKAN
 Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah tipis, dibayangi ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).
Sumber : Antara
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah tipis, dibayangi ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed). Sumber : Antara

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah tipis, dibayangi ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed). Rupiah ditutup melemah satu poin ke posisi Rp14.328 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.327 per dolar AS.

"Permintaan aset berisiko pulih setelah kabar akan bertemunya Presiden AS Joe Biden dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang meredakan ketegangan di seputaran Ukraina serta outlook kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS," kata Analis Monex Investindo Futures Faisyal dikutip dari Antara, Senin (21/2).

Dalam laporan terbaru dikabarkan bahwa Presiden AS Joe Biden telah menerima 'pada prinsipnya' pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam apa yang dapat mewakili upaya terakhir dalam diplomasi atas ketegangan di seputar Ukraina dan kemungkinan mencegah invansi yang dapat dilakukan oleh Moskow.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pertemuan puncak di antara kedua pemimpin dunia akan terjadi setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan rekannya dari Rusia Sergey Lavrov, yang pertemuannya dijadwalkan pada akhir pekan ini. Psaki juga mengatakan seperti yang telah berulang kali dijelaskan oleh Presiden, berkomitmen untuk melakukan diplomasi sampai saat dimulainya invansi.

Presiden Biden pada prinsipnya menerima pertemuan dengan Presiden Putin setelah keterlibatan itu, namun sekali lagi ditegaskan bahwa pertemuan tersebut akan dilakukan jika invasi tidak terjadi.

Sementara itu dari perkembangan pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve, Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada pekan lalu bahwa tanpa tindakan pada suku bunga, inflasi akan menjadi masalah yang lebih serius.

Sedangkan Presiden Fed New York John Williams mengatakan bahwa dia belum melihat alasan kuat untuk mengambil langkah besar di awal, namun bank sentral dapat memutuskan nanti untuk mempercepat kebijakan tersebut.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.334 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.316 per dolar AS hingga Rp14.345 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.329 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.339 per dolar AS.

Sementara itu, mata uang Asia menguat pada perdagangan Senin. Peso Filipina dan dolar Singapura naik tipis masing-masing hampir 0,1%, sementara ringgit Malaysia relatif stabil. Di Asia, rupee India naik 0,3% ke level tertinggi sejak 24 Januari, sementara baht Thailand naik sekitar 0,2% mendekati level tertinggi lima bulan didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan selama kuartal keempat.

Won Korea Selatan naik sekitar 0,3% setelah data menunjukkan ekspor negara pemimpin perdagangan Asia itu melonjak selama 20 hari pertama bulan ini, didorong oleh pengiriman semikonduktor dan produk minyak bumi yang lebih tinggi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia