Jumat, 15 Mei 2026

Ditutup Melemah, Rupiah Keok Ditekuk Dolar AS

Penulis : Lona Olavia
22 Feb 2022 | 15:39 WIB
BAGIKAN
Nilai tukar Rupiah, Sumber : Antara
Nilai tukar Rupiah, Sumber : Antara

JAKARTA, investor.id - Dalam perdagangan Selasa (22/2) sore ini, Rupiah ditutup melemah 39 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 45 poin di level Rp 14.367 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.327. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah direntang Rp.14.350-14.400,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Selasa (22/2).

Sementara itu, Dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya karena Rusia memerintahkan pasukan ke bagian-bagian yang memisahkan diri dari Ukraina timur dan barat berjanji akan memberikan sanksi sebagai tanggapan.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur sebagai wilayah merdeka pada hari Senin, memerintahkan Angkatan Darat Rusia untuk mengerahkan pasukan ke daerah tersebut. Seorang pejabat senior AS mengatakan langkah itu belum merupakan "invasi lebih lanjut" yang akan memicu sanksi paling keras, tetapi kampanye yang lebih luas bisa datang kapan saja.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Inggris, Prancis dan Jerman setuju untuk menanggapi pengakuan Rusia atas wilayah yang memisahkan diri dengan sanksi, dan Gedung Putih mengatakan akan mengumumkan tindakan lebih lanjut.

Pertemuan yang direncanakan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Kamis sekarang menjadi fokus menjelang kemungkinan pertemuan puncak para pemimpin AS-Rusia pada hari Jumat.

Krisis yang semakin cepat telah mendorong minyak ke level tertinggi tujuh tahun, sementara safe-haven menguat, dan saham berjangka AS menukik.  Benchmark imbal hasil treasury 10-tahun turun sebanyak 5,5 basis poin selama krisis Ukraina dan taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS.

Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan pada hari Senin bahwa dia akan melihat data ekonomi selama tiga minggu ke depan untuk menentukan apakah perlu menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada pertemuan bank sentral berikutnya di bulan Maret.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia