Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (tengah) saat meresmikan kantor cabang digital di Gedung The Tower Jakarta, belum lama ini.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (tengah) saat meresmikan kantor cabang digital di Gedung The Tower Jakarta, belum lama ini.

BSI (BRIS) Mau Jadi BUMN, Sahamnya bakal Melaju?

Senin, 14 Mar 2022 | 06:28 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI tahun ini ditargetkan berubah status menjadi BUMN. Hal ini diperkirakan bakal menjadi satu sentimen positif yang kuat bagi saham bank syariah berkode BRIS tersebut.

Saat ini, lalu lintas transaksi saham BRIS terbilang baik. Mengacu data Indo Premier Sekuritas, sepanjang tahun berjalan (ytd) BRIS telah diperjualbelikan investor dengan nilai transaksi Rp 1,74 triliun. BRIS pun cukup laku di kalangan investor asing, meski rasionya tidak besar. Rekapitulasi net buy asing sebesar Rp 81,81 miliar (ytd) per penutupan Rabu (9/3/2022).

Asep Muhammad Saepul Islam, Pendiri Syariah Saham mengatakan bahwa dengan status sebagai bank BUMN akan memberikan keuntungan kepada BSI. Investor dalam hal ini akan melihat fleksibilitas BSI untuk mempertebal permodalan. “Apalagi, kalau BSI kemudian dapat membuktikan dapat mengelola modal dengan sangat baik untuk meningkatkan profitabilitas,” kata dia, Minggu (13/3/2022).

Baca juga: Gandeng Indonesia Hijab Fest, BSI (BRIS) Genjot Potensi Fesyen Halal

Advertisement

Asep menjelaskan, jika menarik data dari awal tahun saat ini, saham BRIS dalam tren naik. Akan tetapi, harganya masih diuji pada level Rp 1.805. Dari sisi grafik, harga rata-rata setahun BRIS adalah Rp 1.895. BRIS harus mencapai level Rp 1.900 terlebih dahulu untuk naik lebih jauh. “Kalau itu tembus, boleh jadi itu akan terus naik,” tutur dia.

Adapun secara fundamental, kinerja BSI sangat baik. Pada tahun lalu, bank syariah terbesar di Tanah Air itu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 38,42% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,03 triliun.

Kinerja impresif BSI juga tercermin dari rasio-rasio penting bank. Tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) BSI naik dari 11,18% menjadi 13,71%. Kemudian, return on asset (ROA) juga mengalami pertumbuhan dari 1,38% menjadi 1,61%.

Sejalan dengan itu, aset bank naik 10,73% (yoy) menjadi Rp 265,29 triliun. Hal ini disokong oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 171,29 triliun atau naik 9,32% (yoy). Bila dirinci, pembiayaan konsumer mencapai Rp 82,33 triliun, naik sekitar 19,99% (yoy).

Disusul, pembiayaan gadai emas yang bertumbuh 12,92%. Pada periode yang sama, pembiayaan mikro tumbuh 12,77% dan pembiayaan komersial naik 6,86%. Kinerja positif tersebut masih berlanjut hingga awal tahun ini.

Per Januari 2022, BSI mengantongi laba bersih setelah pajak senilai Rp 320,3 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, bank ini menorehkan pertumbuhan lebih dari 40%.

Sementara itu, pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan, BRIS hanya perlu menunggu apresiasi pasar. Terlebih, semenjak resmi berdiri pada 1 Februari 2021, BSI mampu menunjukkan kinerja impresif dan melakukan integrasi dengan baik. “BSI pernah sentuh level Rp 2.000-an. Artinya harga saat ini masih lebih rendah,” katanya.

Baca juga: BSI (BRIS) Siapkan 7 Kunci Akselerasi Perbankan Syariah

Investor, menurut Reza, masih menunggu kinerja BRIS pada tahun ini. Apabila bank dapat kembali membukukan pertumbuhan cemerlang, sentimen positif terhadap bank akan semakin kuat.

Hal senada disampaikan oleh President Director of CSA Institute Aria Santoso. Menurutnya, kinerja positif BSI akan mendorong harga saham perseroan ke level Rp 2.000-an. Di luar dari kinerja perseroan, Aria menilai, BSI memiliki prospek bisnis yang terbuka lebar. Mengingat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi captive market yang sangat menjanjikan bagi pertumbuhan perseroan.

“Juga rencana pemerintah memperkuat industri keuangan syariah hingga industri halal nasional akan berpengaruh sebagai peluang meningkatnya aktivitas bisnis dan pertumbuhan nasabah,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com