BSI (BRIS) Mau Jadi BUMN, Sahamnya bakal Melaju?
JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI tahun ini ditargetkan berubah status menjadi BUMN. Hal ini diperkirakan bakal menjadi satu sentimen positif yang kuat bagi saham bank syariah berkode BRIS tersebut.
Saat ini, lalu lintas transaksi saham BRIS terbilang baik. Mengacu data Indo Premier Sekuritas, sepanjang tahun berjalan (ytd) BRIS telah diperjualbelikan investor dengan nilai transaksi Rp 1,74 triliun. BRIS pun cukup laku di kalangan investor asing, meski rasionya tidak besar. Rekapitulasi net buy asing sebesar Rp 81,81 miliar (ytd) per penutupan Rabu (9/3/2022).
Asep Muhammad Saepul Islam, Pendiri Syariah Saham mengatakan bahwa dengan status sebagai bank BUMN akan memberikan keuntungan kepada BSI. Investor dalam hal ini akan melihat fleksibilitas BSI untuk mempertebal permodalan. “Apalagi, kalau BSI kemudian dapat membuktikan dapat mengelola modal dengan sangat baik untuk meningkatkan profitabilitas,” kata dia, Minggu (13/3/2022).
Asep menjelaskan, jika menarik data dari awal tahun saat ini, saham BRIS dalam tren naik. Akan tetapi, harganya masih diuji pada level Rp 1.805. Dari sisi grafik, harga rata-rata setahun BRIS adalah Rp 1.895. BRIS harus mencapai level Rp 1.900 terlebih dahulu untuk naik lebih jauh. “Kalau itu tembus, boleh jadi itu akan terus naik,” tutur dia.
Adapun secara fundamental, kinerja BSI sangat baik. Pada tahun lalu, bank syariah terbesar di Tanah Air itu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 38,42% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,03 triliun.
Kinerja impresif BSI juga tercermin dari rasio-rasio penting bank. Tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) BSI naik dari 11,18% menjadi 13,71%. Kemudian, return on asset (ROA) juga mengalami pertumbuhan dari 1,38% menjadi 1,61%.
Sejalan dengan itu, aset bank naik 10,73% (yoy) menjadi Rp 265,29 triliun. Hal ini disokong oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 171,29 triliun atau naik 9,32% (yoy). Bila dirinci, pembiayaan konsumer mencapai Rp 82,33 triliun, naik sekitar 19,99% (yoy).
Disusul, pembiayaan gadai emas yang bertumbuh 12,92%. Pada periode yang sama, pembiayaan mikro tumbuh 12,77% dan pembiayaan komersial naik 6,86%. Kinerja positif tersebut masih berlanjut hingga awal tahun ini.
Per Januari 2022, BSI mengantongi laba bersih setelah pajak senilai Rp 320,3 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, bank ini menorehkan pertumbuhan lebih dari 40%.
Sementara itu, pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan, BRIS hanya perlu menunggu apresiasi pasar. Terlebih, semenjak resmi berdiri pada 1 Februari 2021, BSI mampu menunjukkan kinerja impresif dan melakukan integrasi dengan baik. “BSI pernah sentuh level Rp 2.000-an. Artinya harga saat ini masih lebih rendah,” katanya.
Investor, menurut Reza, masih menunggu kinerja BRIS pada tahun ini. Apabila bank dapat kembali membukukan pertumbuhan cemerlang, sentimen positif terhadap bank akan semakin kuat.
Hal senada disampaikan oleh President Director of CSA Institute Aria Santoso. Menurutnya, kinerja positif BSI akan mendorong harga saham perseroan ke level Rp 2.000-an. Di luar dari kinerja perseroan, Aria menilai, BSI memiliki prospek bisnis yang terbuka lebar. Mengingat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sehingga menjadi captive market yang sangat menjanjikan bagi pertumbuhan perseroan.
“Juga rencana pemerintah memperkuat industri keuangan syariah hingga industri halal nasional akan berpengaruh sebagai peluang meningkatnya aktivitas bisnis dan pertumbuhan nasabah,” ujarnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






