Kamis, 14 Mei 2026

Gelar IPO, Teladan Prima Agro (TLDN) Siapkan Capex hingga Rp 300 Miliar

Penulis : Nabil Al Faruq
18 Mar 2022 | 22:22 WIB
BAGIKAN
Bisnis sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)
Bisnis sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang merupakan calon emiten baru, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 200-300 miliar yang akan digunakan untuk keperluan non-akuisisi.

Direktur Utama Teladan Prima Agro Wishnu Wardhana mengatakan, belanja modal selama ini bersumber dari kas internal. Namun jika dibutuhkan, perseroan memiliki fasilitas pinjaman yang cukup besar dari beberapa bank.

“Jumlah capex tentu dari waktu ke waktu selalu kita sesuaikan berdasarkan kebutuhan. Capex perseroan pada 2022 di kisaran Rp 200-300 miliar, hanya untuk capex non-akuisisi,” kata Wishnu dalam paparan publik, Jumat (18/3/2022).

ADVERTISEMENT

Di samping itu, Teladan Prima Agro pada tahun ini dan tahun depan memiliki tiga agenda bisnis penting secara berkelanjutan, di antaranya pengembangan biogas plant, pembangunan dan pengembangan pabrik PKO (palm kernel oil), serta menambah lahan melalui akuisisi.

Seiring dengan hal tersebut, perseroan pun akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 2,19 miliar saham TLDN. Perseroan berpotensi meraih dana segar sebanyak Rp 1,3 triliun. Adapun harga IPO pada kisaran Rp 520-600 per saham.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut rencananya sebanyak 32% untuk belanja modal, 23% akuisisi perusahaan perkebunan, 5% untuk pembangunan pabrik pengolahan inti sawit, 4% untuk pembangunan pabrik biogas, dan 68% untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang bank.

Terkait akuisisi, menurut Wishnu, tentu akan meningkatkan jumlah kapasitas pengolahan secara signifikan bersamaan juga dengan jumlah lahan perseroan. Saat ini, perseroan memiliki lebih dari 60 ribu hektare.

“Secara pendapatan juga akan meningkat, bersamaan dengan jumlah produksi yang dihasilkan. Sebagai informasi, hingga September 2021, kami membukukan margin EBITDA sebesar 40%. Jika terjadi akuisisi, otomatis peningkatan terhadap revenue akan terjadi bersamaan juga dengan peningkatan margin EBITDA yang sudah ada di level 40%. Margin EBITDA saat ini sudah ada di posisi yang baik,” ujar dia.

Teladan Prima Agro bergerak di sektor perkebunan yang berlokasi di Kalimantan Timur. Perseroan memiliki 13 lokasi perkebunan kelapa sawit, enam pabrik kelapa sawit, dan dua terminal khusus yang seluruhnya berlokasi di Kalimantan Timur. Total area tertanam dari perkebunan milik TLDN ini seluas 60,468 ha, yang terdiri atas 48.545 ha perkebunan inti dan 11,923 ha perkebunan plasma.

Perseroan menunjuk BNI Sekuritas dan CIMB Niaga Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran awal pada 17-25 Maret 2022, perkiraan tanggal efektif 31 Maret, masa penawaran umum pada 4-7 April 2022, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2022.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 38 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia