Jumat, 15 Mei 2026

Laba Januari Tumbuh Pesat, Saham BRI (BBRI) Layak Direkomendasikan Rp 5.400

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Mar 2022 | 08:08 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BRI Sunarso dalam BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/02/2022).
Direktur Utama BRI Sunarso dalam BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/02/2022).

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diproyeksikan tetap melaju dengan target harga Rp 5.400. Hal ini didukung kinerja keuangan yang kuat pada awal tahun 2022.

Analis Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan, laba bersih BRI pada bulan pertama 2022 sangat impresif dengan raihan Rp 4,2 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 92,8% dari bulan yang sama tahun 2021, namun turun 2,7% dari bulan Desember 2021.

“Kinerja keuangan Pegadaian dan PNM akan terkonsolidasi penuh ke BRI tahun ini, sedangkan pencatatan biaya provisi yang tinggi dari PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) tahun lalu diproyeksikan sudah selesai. Sinergi juga akan terjadi dari layanan transaksi nasabah melalui koneksi langsung yang menghubungkan infrastruktur BRI dan AGRO. Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengn target harga Rp 5.400,” tulisnya dalam riset.

ADVERTISEMENT

Lonjakan laba bersih BRI menjadi Rp 4,2 triliun pada Januari 2022 didukung peningkatan pendapatan bunga sebanyak 6,3%. Sedangkan biaya bunga kembali turun -21.4% yoy (-15.5% mom). Hal ini menyebabkan pendapatan bunga bersih diJanuari 2022 tumbuh 14,2% yoy atau +9,1% mom, sehingga PPOP tumbuh 10,4% yoy menjadi Rp 7,8 triliun. Di sisi lain, biaya provisi turun -38,9% (-44% mom) menjadi Rp 2,6 triliun.

Samuel Sekuritas juga memberikan pandangan bahwa Pegadaian dan PNM akan terkonsolidasi penuh terhadap kinerja keuangan perseroan tahun ini. Secara total, laba bersih Pegadaian dan PNM tahun lalu masing-masing Rp 3,3 triliun atau setara dengan 10,2% dari laba bersih BRI tahun lalu. Laba bersih itu dikonsolidasikan secara pro rata ke BBRI pada 2021 Rp 953 miliar. Di sisi lain, laba bersih konsolidasi BBRI tercatat sebesar Rp 30,8 triliun atau turun -4.5%. Hal ini disebabkan oleh AGRO yang mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 2,4 triliun setelah melakukan provisi yang besar tahun 2021.

Samuel Sekuritas menargetkan lonjakan laba bersih BRI menjadi Rp 41,93 triliun tahun 2022, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 30,75 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih diharapkan melambung dari Rp 114,09 triliun menjadi Rp 123,01 triliun. PPOP diharapkan naik dari Rp 41,14 triliun menjadi Rp 53,75 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia