Laba Melesat 129%, Saham Mitratel (MTEL) Mau ke Mana?
JAKARTA, investor.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membukukan kinerja yang ciamik pada tahun 2021. Tercatat, tahun lalu, MTEL meraih laba bersih Rp 1,381 triliun atau tumbuh 129,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun, pada tahun ini, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk tersebut menargetkan pendapatan yang tumbuh 10-11% dan EBITDA naik 13%.
Namun, di tengah kinerja yang positif, saham MTEL masih belum memperlihatkan pergerakan yang memuaskan. Pada perdagangan Kamis (7/4/2022), saham MTEL ditutup di Rp 760 atau melemah 0,65%. Adapun harga saham initial public offering (IPO) MTEL yang dilakukan pada November 2021 adalah Rp 800. Artinya, saat ini harga saham MTEL di bawah harga IPO.
Technical Expert BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Hadyatma Dahna Marta menilai, secara mendasar harga saham di pasar itu sangat berbeda pengaruhnya terhadap harga saham yang sesuai fundamental. Harga saham di pasar selain dipengaruhi fundamental juga dipengaruhi oleh beberapa katalis, baik itu katalis global maupun katalis domestik dan juga dipengaruhi psikologi market serta berita-berita positif maupun negatif.
“Sepertinya di pasar belum ada berita-berita positif terkait MTEL dan hanya RUPS yang menjelang tanggal 22 April ini yang akan menjadi katalis tambahan,” ungkap Marta dalam Investalk Series-MTEL secara daring, Kamis (7/4/2022).
Menurut dia, dengan performance perusahaan yang luar biasa, kemungkinan saham MTEL ke depan akan lebih baik.
Marta menambahkan, secara teknikal, sebenarnya saham MTEL cukup baik dengan masih bergerak konsolidasi di level Rp 750-850. Sedangkan, dua pekan terakhir, saham MTEL bergerak di area demand di level Rp 760-765 yang diikuti dengan inflow atau akumulasi dari investor asing.
“Sehingga, ini seharusnya bagus dalam jangka pendek atau menengah, MTEL akan segera rebound dan kalau kita lihat net value 86 miliar selama dua minggu terakhir transaksi cukup besar. Dan, harga belum ke mana-mana dan average price-nya di sekitar Rp 769 sehingga harga saat ini di Rp 760 harusnya wajar untuk kita melakukan akumulasi atau kumpulin nyicil beli MTEL,” papar Marta.
Untuk para investor yang membeli saham IPO MTEL dan mempertahankannya, Marta menyarankan, agar bisa kembali membeli MTEL dengan potensi rebound.
“Target terdekat rebound-nya di level Rp 775. Jika dia melewati level tersebut maka dia akan rebound sampai Rp 850 hingga potential upside sekitar 5% dari harga saat ini. Dan, tentu kita bisa menjaga batas cutloss itu di sekitar Rp 740. MTEL cukup okay untuk kita mulai pertimbangkan beli atau akumulasi beli,” tutup dia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






