Jumat, 15 Mei 2026

BRI (BBRI) Yakin Kredit Tahun Ini Bisa Tumbuh 9%-11%

Penulis : Lona Olavia
25 Apr 2022 | 14:59 WIB
BAGIKAN
IST
IST

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI yakin di tahun ini bisa menyalurkan pertumbuhan kredit 9%-11% dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, emiten bank BUMN tersebut tercatat menyalurkan kredit secara bank only senilai Rp 943,70 triliun atau tumbuh 7,15% dari periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 880,68 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pihaknya tidak akan merivisi rencana bisnis bank yang telah dicanangkan perseroan di mana kredit dipatok tumbuh 9%-11% tahun ini. Namun, terkait suku bunga pihaknya mengatakan kemungkinan besar akan mengubahnya mengikuti perkembangan ekonomi nasional kedepannya.

“Kita masih optimis untuk menumbuhkan kredit 9%-11%. Faktor pendukungnya karena kita masih punya likuiditas yang sangat memadai tercermin dari LDR 86,9% dan kecukupan modal kita yang ditunjukkan oleh CAR 24,6%, itu yang membuat kita optimis bisa menyalurkan pertumbuhan kredit 9%-11%,” ujarnya dalam paparan kinerja, Senin (25/04/2022).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, hingga kuartal I-2022, BRI mencatat penyaluran kredit tumbuh 7,43% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 1.075,93 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional di kuartal I-2022 sebesar 6,65%,

Direktur Utama BRI Sunarso merinci, portofolio kredit UMKM BRI tercatat tumbuh sebesar 9,24% yoy dari Rp 826,85 triliun di akhir Maret 2021 menjadi Rp 903,29 triliun di akhir Maret 2022. Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus merangkak naik, menjadi sebesar 83,95%.

Adapun, penyaluran kredit kepada seluruh segmen UMKM tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 13,55%, segmen konsumer tumbuh 4,56% dan segmen kecil dan menengah tumbuh 3,96%.

“Keberhasilan BRI dalam menyalurkan kredit diatas rata rata industri perbankan nasional diiringi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut tercermin dari rasio NPL BRI secara konsolidasian yang tercatat sebesar 3,09% pada akhir Maret 2022. Angka ini tercatat menurun apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 3,30%,” sebutnya dalam paparan kinerja, Senin (25/04/2022).

Selain itu, kualitas kredit yang membaik tersebut juga disebabkan oleh restrukturisasi kredit terdampak covid yang saat ini terus menurun secara gradual. Hingga akhir kuartal I-2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar Rp 144,27 triliun, atau telah turun sebesar Rp.103,75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp 248,02 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia