Kamis, 14 Mei 2026

Kuartal III-2022, BSI (BRIS) akan Rights Issue Rp 5 Triliun

Penulis : Novy Lumanauw
19 Mei 2022 | 10:52 WIB
BAGIKAN
Salah satu kantor cabang BSI di Jakarta. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)
Salah satu kantor cabang BSI di Jakarta. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan melakukan penambahan modal melalui mekanisme rights issue senilai Rp 5 triliun pada kuartal III-2022. Aksi korporasi itu untuk memenuhi aturan free float dan membiayai ekspansi bisnis perseroan.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo yang akrab disapa Tiko, mengatakan bahwa ada sejumlah faktor pendorong di balik aksi korporasi ini. “BSI akan didorong meningkatkan pangsa pasar di perbankan syariah dari 7% menjadi setidaknya 10%. BSI juga perlu memperluas jaringan, sehingga jangkauan bisnisnya lebih luas dan menjadi bank syariah yang universal,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5/2022).

Ia mengatakan, sebagai bank syariah komersial, kecepatan layanan melalui fitur produk BSI pun perlu ditingkatkan dengan tanpa mengurangi aspek kenyamanan. Hal itu dilakukan BSI salah satunya untuk menggaet nasabah milenial yang memang meningkat tajam.

ADVERTISEMENT

Rights issue BSI kita siapkan Rp 5 triliun, bahkan lebih dari pemegang saham existing, Bank Mandiri, BNI, dan BRI. BSI dapat menjadi bank syariah yang lebih modern dan dapat memenuhi kebutuhan generasi milenial. Harapannya akuisisi customer baru lebih cepat,” jelas Tiko.

Disebutkan, batas minimal free float atau saham publik yang beredar di bursa sebesar 7,5%. Sementara itu, pada laman resmi BSI disebutkan bahwa komposisi pemegang saham BSI saat ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 50,95%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak 24,91%, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak 17,29%.

Sisanya adalah DPLK BRI sekitar 1,83%, serta BNI Life Insurance hanya 0,01%. Juga pemegang saham lain dengan kepemilikan kurang dari 5% termasuk publik baru sekitar 7,08%.

Lebih lanjut Tiko menjelaskan bahwa aksi korporasi itu tak terlepas dari upaya mewujudkan visi BSI menjadi Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025. “BSI akan menjadi instrumen utama bagi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” kata Tiko.

Sebelumnya, pada 13 Mei 2022, BSI telah resmi membuka Representative Office BSI di Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai realisasi program BUMN Go Global.

Menurut Tiko, pembukaan Representative Office BSI di Dubai merupakan langkah awal menghubungkan perbankan dan keuangan Indonesia dengan pusat-pusat keuangan syariah dunia serta memperdalam penetrasi ekspor ke Afrika dan negara-negara Arab.

Ia berharap BSI dapat mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai, yaitu menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global, untuk menginvestasikan dana mereka pada proyek-proyek pemerintah seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek strategis BUMN, dan proyek infrastruktur, serta industri keuangan yang berkelanjutan di Tanah Air.

“Di Persatuan Emirat Arab, kita harus selalu reach up dengan customer dan investor global. Ini adalah transformasi dan inovasi di BUMN,” ujar Tiko.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia