Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi nilai tukar rupiah
sumber: Antara

ilustrasi nilai tukar rupiah sumber: Antara

Suku Bunga Acuan Tetap, Rupiah Terapresiasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 15:21 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Langkah Bank Indonesia (BI) yang masih mempertahankan suku bunga acuan dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar. Dengan demikian, BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak pernah berubah selama 15 bulan. Suku bunga acuan 3,5% adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. Walaupun, secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Indonesia melesat 3,47% atau tertinggi sejak Agustus 2019. Inflasi tahunan tersebut semakin mendekati batas atas kisaran target BI yaitu 2%-4%.

Menangkap keputusan tersebut, dalam perdagangan Selasa (24/5/2022) sore ini,  mata uang garuda ditutup menguat 11 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 20 poin di level Rp. 14.661 dari penutupan sebelumnya di level Rp.14.671.

Advertisement

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif namun  ditutup menguat di rentang Rp.14.650 - Rp.14.690,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Rupiah Menguat 11 Poin ke Posisi Rp 14.661 Per Dolar AS

BPS juga mencatat inflasi inti pada April menembus 2,60% (YoY) yang merupakan rekor tertinggi sejak Mei 2020 atau dua tahun lalu di mana pada saat itu inflasi inti mencapai 2,65%. Sedangkan, inflasi Mei akan merangkak naik menjadi 3,74% (yoy), mendekati batas atas target BI di kisaran 2-4%. Dia menambahkan fundamental ekonomi Indonesia masih positif, mulai dari transaksi berjalan, rupiah, pertumbuhan ekonomi, hingga neraca perdagangan.

Neraca perdagangan mencatatkan surplus US$ 7,56 miliar di April 2022, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,01% (yoy) di kuartal I-2022 dan transaksi berjalan mencatatkan surplus sebesar US$ 221 juta, atau 0,07% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Di eksternal, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan pembuat kebijakan kemungkinan akan mengangkat suku bunga deposito kawasan euro dari wilayah negatif pada akhir September 2022. Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan terakhir Fed, yang dijadwalkan pada hari Rabu. Reserve Bank of New Zealand akan memberikan keputusan kebijakannya pada hari yang sama, dengan Bank of Korea menyusul pada hari Kamis. Serta menunggu IMP manufaktur global lainnya selama hari ini akan menjadi fokus utama lainnya bagi investor.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN