Jumat, 15 Mei 2026

Danareksa Sematkan Overweight Saham Perbankan, BBNI Pilihan Teratas

Penulis : Parluhutan Situmorang
25 Mei 2022 | 11:51 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung memotret menggunakan ponsel layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, Investor.id - Rekomendasi saham emiten sektor perbankan dipertahankan overweight, seiring dengan pesatnya pertumbuhan kinerja keuangan dan kredit emiten sektor ini sampai kuartal I-2022.

Rekomendasi tersebut juga menggambarkan likuiditas yang cukup, meskipun Bank Indonesia (BI) menaikkan rasio giro wajib minimum (GWM) mulai 1 Juni 2022.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa rekomendasi tersebut juga telah mempertimbangkan peluang kenaikan tingkat suku bunga pada semester II tahun ini. Sedangkan likuiditas sistem perbankan Indonesia mencapai Rp 626,3 triliun sepanjang April tahun ini. Angka tersebut memang turun dari catatan Maret 2022 sekitar Rp 648,1 triliun. Namun nilai tersebut masih tergolong besar.

ADVERTISEMENT

“Kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih sektor perbankan Indonesia mencapai 21,1% tahun ini. Hal ini didorong atas estimasi kenaikan kredit mencapai 9,5% dan bersamaan dengan tren penurunan biaya kredit,” tulisnya dalam riset.

Terkait pertumbuhan kredit, dia mengatakan, diprediksi mencapai 9,5% tahun ini dengan empat bank besar sebagai penyumbang utama penyaluran kredit tahun ini. Keempat bank besar tersebut yang memiliki posisi terbaik dalam penyaluran kredit.

Sedangkan saham bank pilihan teratas adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 10.700. Rekomendasi beli juga diberikan untuk saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target harga Rp 9.500, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan target harga Rp 2.500, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 1.900.

Rekomendasi beli juga diberikan pada saham PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) dengan target harga Rp 3.800, PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan target harga Rp 20.000, PT BPD Jatim Tbk (BJTM) dengan target Rp 900. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomedasikan hold dengan target harga Rp 7.800.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia