Menu
Sign in
@ Contact
Search
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), Jumat (3/6/2022).

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), Jumat (3/6/2022).

Incar Rp 1 Triliun, Bank INA (BINA) Siap GelarRights Issue ke-4

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:15 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) Jumat (3/6/2022) menyetujui rencana Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue. Melalui gelaran right issue yang akan dilakukan pada semester II-2022, perseroan mengincar dana segar Rp 1 triliun.

Rights issue untuk memenuhi ketentuan OJK bahwa perbankan di 2022 harus ditutup dengan modal Rp 3 triliun, dengan rencana kami rights issue ke-4 kita harapkan modal Bank INA pada akhir 2022 sudah capai diatas Rp 3 triliun, disamping keuntungan yang kami tahan untuk keperluan operasional,” kata Direktur Utama Bank INA Daniel Budirahayu, dalam paparan publik, Jumat (3/6/2022).

Ia menjelaskan, pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama telah memberi sinyal akan kembali menyerap pelaksanaan HMETD sesuai porsi masing masing. “Pemegang saham yang ada saat ini berkomitmen untuk melaksanakan HMETD,” kata dia.

Baca juga: Harga Saham Bertengger di Bawah Rights Issue, Laba Bank Ina (BINA) Melesat 105%

Dengan demikian Anthoni Salim  dengan Grup Salim selaku pengendali akhir atau ultimate shareholder BINA akan kembali menyuntikkan modal melalui PT Indolife Pensiontama selaku pemegang 22,47% BINA. Disamping itu, Grup Salim juga memegang  BINA melalui PT Gaya Hidup Masa Kini dengan porsi 9,9% dan PT Philadel Terra Lestari mengempit 6,48% BINA.

Sebelumnya BINA menyampaikan akan melakukan right issue, dengan melepas sebanyak 2 miliar saham bernominal Rp 100 per saham.

Baca juga: Bergerak Tren Turun, Saham Bank Ina (BINA) Amblas ke Level Terendah Baru di 2022

Di sisi lain, manajemen menyepakati untuk menahan semua laba bersih tahun 2021 sebagai saldo laba. “Karena Bank INA masih masuh butuh modal untuk ekspansi, maka tahun ini kami tidak membagikan dividen,” kata Daniel.

Ia menambahkan, modal tersebut guna mendukung penyaluran kredit pada tahun 2022, karena dari sisi permintaan terdapat pertumbuhan signifikan. “Kita bisa lihat hasil pertumbuhan penyaluran kredit Bank INA pada kuartal I-2022 capai 95% menjadi Rp 5,4 triliun. Target 2022 sudah terlewati, sehingga kami sedang menyusun RBB perubahan, yang akhir Juni akan kami sampaikan ke OJK,” ujarnya.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com