Kamis, 14 Mei 2026

Incar Rp 1 Triliun, Bank INA (BINA) Siap GelarRights Issue ke-4

Penulis : Lona Olavia
3 Jun 2022 | 15:15 WIB
BAGIKAN
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), Jumat (3/6/2022).
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), Jumat (3/6/2022).

JAKARTA, investor.id - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) Jumat (3/6/2022) menyetujui rencana Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue. Melalui gelaran right issue yang akan dilakukan pada semester II-2022, perseroan mengincar dana segar Rp 1 triliun.

Rights issue untuk memenuhi ketentuan OJK bahwa perbankan di 2022 harus ditutup dengan modal Rp 3 triliun, dengan rencana kami rights issue ke-4 kita harapkan modal Bank INA pada akhir 2022 sudah capai diatas Rp 3 triliun, disamping keuntungan yang kami tahan untuk keperluan operasional,” kata Direktur Utama Bank INA Daniel Budirahayu, dalam paparan publik, Jumat (3/6/2022).

Ia menjelaskan, pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama telah memberi sinyal akan kembali menyerap pelaksanaan HMETD sesuai porsi masing masing. “Pemegang saham yang ada saat ini berkomitmen untuk melaksanakan HMETD,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian Anthoni Salim  dengan Grup Salim selaku pengendali akhir atau ultimate shareholder BINA akan kembali menyuntikkan modal melalui PT Indolife Pensiontama selaku pemegang 22,47% BINA. Disamping itu, Grup Salim juga memegang  BINA melalui PT Gaya Hidup Masa Kini dengan porsi 9,9% dan PT Philadel Terra Lestari mengempit 6,48% BINA.

Sebelumnya BINA menyampaikan akan melakukan right issue, dengan melepas sebanyak 2 miliar saham bernominal Rp 100 per saham.

Di sisi lain, manajemen menyepakati untuk menahan semua laba bersih tahun 2021 sebagai saldo laba. “Karena Bank INA masih masuh butuh modal untuk ekspansi, maka tahun ini kami tidak membagikan dividen,” kata Daniel.

Ia menambahkan, modal tersebut guna mendukung penyaluran kredit pada tahun 2022, karena dari sisi permintaan terdapat pertumbuhan signifikan. “Kita bisa lihat hasil pertumbuhan penyaluran kredit Bank INA pada kuartal I-2022 capai 95% menjadi Rp 5,4 triliun. Target 2022 sudah terlewati, sehingga kami sedang menyusun RBB perubahan, yang akhir Juni akan kami sampaikan ke OJK,” ujarnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 36 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 45 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia