Kamis, 14 Mei 2026

Akulaku Terus Perbesar Kepemilikan di BNC (BBYB), Ini Respons Dirut...

Penulis : Lona Olavia
9 Jun 2022 | 09:54 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. (ist)
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. (ist)

JAKARTA, investor.id PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC menyambut baik rencana Akulaku, bagian dari Grup Alibaba Tiongkok yang ingin meningkatkan kepemilikannya di bank digital tersebut menjadi sekitar 40% atau lebih dari kepemilikannya saat ini sebesar 25,66%.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan, Akulaku memang sangat serius menjajaki pasar dalam negeri. Apalagi, secara regulasi memang ada peraturan mengenai kepemilikan bank oleh non-bank yang maksimal di 40%.

“Kalau boleh lebih, pastinya Akulaku akan lebih lagi. Itu karena Akulaku sangat serius investasi di BNC, serta mentransformasi bareng-bareng dengan manajemen bank,” katanya kepada Investor Daily, Kamis (9/6/2022).

ADVERTISEMENT

Adapun, saat ini Akulaku sebagai pengendali menguasai 2,417,425,754 lembar atau 2,41 miliar lembar setara 25,66% di BBYB. Akulaku sendiri merupakan startup yang telah mendapatkan status unicorn alias valuasinya lebih dari 1 miliar dolar AS. Beberapa investor di belakangnya antara lain Ant Group Co. milik Jack Ma dan salah satu bank terbesar di Thailand, Siam Commercial Bank Plc.

Di sisi lain, agresifitas Akulaku yang terus memborong saham BNC dikatakannya tidak menjadi faktor perseroan kembali memundurkan jadwal penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dari kuartal II menjadi kuartal IV-2022.

“Mundurnya bukan karena internal, lebih karena kondisi market yang ter-trigerred kenaikan suku bunga The Fed dan libur Lebaran yang cukup panjang, setelah absen 2 tahun tentunya mempengaruhi para investor khususnya asing yang lebih memilih saham-saham yang mereka sudah kenal lama, karenanya harga-harga saham new eco termasuk bank digital jadi tertekan,” jelas Tjandra.

Bank Neo Commerce (BNC) sebelumnya telah memundurkan jadwal penawaran umum terbatas (PUT) IV tersebut dari rencana semula kuartal I-2022 menjadi kuartal II-2022 dan kembali diundur menjadi kuartal IV-2022. Aksi korporasi ini ditargetkan menggalang dana senilai Rp 5 triliun. 

Hingga Mei 2022, Bank Neo Commerce telah memiliki lebih dari 17 juta nasabah dan aplikasi NeoBank telah diunduh lebih dari 20 juta kali sejak diluncurkan tahun lalu. Adapun volume transaksi pada kuartal I-2022 dilaporkan mengalami peningkatan 88% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 76 juta transaksi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 43 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia