Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Foto: Metrofata

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Foto: Metrofata

Agensi Marketing asal Taiwan, cacaFly Gandeng Metrodata (MTDL) Bentuk Usaha Patungan

Jumat, 10 Juni 2022 | 10:07 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan agensi pemasaran digital terkemuka di Taiwan, cacaFly.com mengumumkan peluncuran usaha patungan barunya dengan PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada Jumat (10/6/2022).

Keduanya membentuk sebuah perusahaan agensi pemasaran digital berbasis data untuk pasar Indonesia yang akan menawarkan solusi pemasaran untuk kebutuhan online dan offline. Perusahaan ini akan berkantor pusat di Jakarta dengan nama PT cacaFly Metrodata Indonesia (CMI).

Baca juga: Metrodata (MTDL) Bagi-bagi Dividen Rp 10,5 per Saham, Ini Tanggal Mainnya!

Entitas baru ini secara mayoritas dimiliki oleh cacaFly (cacaFly 51% dan Metrodata 49%). Cakupan yang besar atas merek teknologi informasi dan komunikasi yang dipasarkan oleh Metrodata, serta pengetahuan tentang pasar lokal, yang kemudian dikombinasikan dengan keahlian cacaFly di ranah pemasaran digital, merupakan kekuatan tersendiri yang akan dimanfaatkan secara bersama untuk membangun agensi pemasaran digital yang lebih efektif dan efisien di Indonesia.

“Hari ini merupakan tonggak penting bagi Metrodata dan menegaskan kembali komitmen kami terhadap negara serta memperkuat basis kami di Indonesia,” kata Presiden Direktur Metrodata dan Presiden Komisaris PT CMI Susanto Djaja dalam keterangan resmi, Jumat (10/6/2022).

Dia menambahkan, melalui informasi yang diperoleh dari sejumlah mitra merek dagang, pihaknya menyadari bahwa saat ini terdapat kekhawatiran mengenai permasalahan kenaikan biaya akuisisi pelanggan, terutama yang disebabkan oleh teknologi cookie yang akan dihapuskan secara bertahap.

“Terdapat kebutuhan yang nyata atas kinerja pemasaran yang lebih baik dan itulah sebabnya kami memulai usaha patungan ini dengan cacaFly, yaitu untuk menawarkan solusi pemasaran berbasis data, bagi para pemegang merek dagang di Indonesia, yang dapat membantu mereka dalam mengurangi pengeluaran biaya media, meningkatkan tingkat konversi penjualan, dan meningkatkan ROI dari kampanye pemasaran,” lanjut Susanto.

“Kombinasi antara reputasi keberhasilan cacaFly dalam menerapkan data science ke dalam kegiatan pemasaran digital, dan ditambah dengan pengalaman dan kepiawaian kami di ranah pasar domestik, akan menjadikan CMI sebagai agensi dengan posisi terbaik di Indonesia pada era baru pasca-cookie, di mana kini akses terhadap data pihak pertama merupakan faktor penentu kesuksesan,” lanjutnya.

Pembentukan CMI akan semakin memperluas jangkauan cacaFly di Asia Tenggara, setelah sukses berekspansi ke Malaysia dan Singapura. cacaFly dikenal di Taiwan sebagai perusahaan agensi pemasaran digital yang menerapkan pemanfaatan AI, big data, dan machine learning pada kampanye-kampanye pemasaran, serta memiliki tim teknisi sejumlah lebih dari 60 orang.

CMI akan menjadi salah satu dari mitra agensi untuk GoGAN (Gojek Ads Network), yang didukung AI, yang dibangun bersama dengan TenMAX, sesama anak perusahaan funP Innovation Group, yakni perusahaan induk cacaFly.

GoGAN menyederhanakan proses agensi dalam melakukan media planning dan media buying, menghasilkan laporan wawasan dampak yang terkonsolidasi untuk pemasar. AI milik GoGAN meningkatkan akurasi penargetan iklan dan secara otomatis mengkalibrasi ulang kinerja iklan lintas media selama kampanye berlangsung.

Selain itu, CMI juga akan bekerja sama dengan TikTok di Indonesia untuk memberikan layanan konsultasi kepada merek dagang yang ingin memanfaatkan platform influencer untuk mempromosikan produk mereka melalui TikTok Shop.

CMI juga akan memasuki pasar Indonesia melalui serangkaian kemitraan strategis dan utama yang akan diumumkan secara lebih rinci di masa mendatang. Ini termasuk meliputi rencana kemitraan dengan beberapa perusahaan media terintegrasi terbesar di Indonesia dan penyedia solusi teknologi seperti pDOOH (pragmatic digital out-of-home), yang akan memungkinkan klien untuk berkomunikasi dengan audiens melalui papan reklame dan layar digital di sejumlah lokasi, seperti stasiun kereta api, rumah sakit, gedung perkantoran, atau gerai ritel.

Amanda Lai ditunjuk sebagai General Manager yang berkedudukan di Jakarta. Amanda sebelumnya bekerja di Google dan mempelopori ekspansi e-commerce lintas batas Shopee ke Asia Tenggara dan Brasil.

Baca juga: Penjualan Sesuai Ekspektasi, Begini Pandangan Analis terhadap Saham Bukit Asam (PTBA)

“Indonesia telah sejak lama menjadi target pasar CacaFly karena memiliki populasi terbesar di Asia Tenggara, memiliki tingkat penetrasi pengguna mobile e-commerce tertinggi di dunia, dan pertumbuhan kelas menengah digital native yang ingin meningkatkan gaya hidup,” ungkap Brian Yang, Presiden Direktur / CEO PT cacaFly Metrodata Indonesia dan merupakan salah satu pendiri cacaFly.com.

“Kami tidak akan dapat menemukan mitra yang lebih baik daripada Metrodata di Indonesia, Metrodata memiliki infrastruktur bisnis dan nama baik yang telah dikenal secara luas. Ini memberikan kami kredibilitas yang dibutuhkan dalam menjalin relasi dengan klien, merekrut sumber daya dan talenta, serta melaksanakan kegiatan operasional lainnya,” kata Amanda Lai.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com