Jumat, 15 Mei 2026

Akhir Pekan, Rupiah Berhasil Berbalik Arah Menguat 11 Poin

Penulis : Lona Olavia
10 Jun 2022 | 15:21 WIB
BAGIKAN
Rupiah Bakal Menguat Seiring Membaiknya Sentimen Pasar. Sumber: Antara
Rupiah Bakal Menguat Seiring Membaiknya Sentimen Pasar. Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Rupiah mampu berbalik menguat setelah beberapa hari tersungkur. Dalam perdagangan Jumat (10/6/2022) sore ini, mata uang garuda menguat 11 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 20 poin di level Rp 14.553 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.566. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang   Rp 14.540 – Rp 14.600,” ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan resmi, Jumat (10/6/2022).

Dari dalam negeri, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) menilai  perekonomian Indonesia perlu tumbuh 5,7% per tahun agar Indonesia dapat menjadi negara maju pada 2045, sebelum 100 tahun kemerdekaan. Adapun sebelum pandemi covid-19, Bappenas memperkirakan Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah di 2036 dengan pertumbuhan ekonomi setidaknya 5,7% per tahun sejak 2015.
Hanya saja target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2036 harus tertunda karena penyebaran pandemi covid-19 yang menyebabkan ekonomi terkontraksi pada 2020.

Sedangkan, Dolar AS berada di level tertinggi dua minggu terhadap euro pada hari Jumat, menjelang data inflasi yang akan memandu jalur pengetatan kebijakan Federal Reserve, dan setelah Bank Sentral Eropa mengatakan akan memulai kampanye kenaikan suku bunga bulan depan.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan harga konsumen inti AS diperkirakan akan mendingin sebagian kecil, data di hari global akan ditampilkan nanti. Hasil seperti itu akan memberikan kepastian bagi mereka yang berharap inflasi tinggi selama beberapa dekade telah mencapai puncaknya pada bulan Maret dan bahwa kemunduran April bukanlah satu kali saja.

Hal ini dapat memberi The Fed ruang gerak untuk menaikkan suku bunga secara kurang agresif di akhir tahun karena mencoba mengendalikan inflasi tanpa membawa ekonomi ke dalam resesi.

Dalam waktu dekat, pasar memperkirakan The Fed minggu depan akan mengumumkan kenaikan suku bunga 50 basis poin kedua dari tiga kali berturut-turut, yang telah mendorong dolar dalam beberapa bulan terakhir.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia