Jumat, 15 Mei 2026

Cara Indocement (INTP) Hadapi Biaya Energi, Sahamnya Masih Bisa Kasih Cuan Gede

Penulis : Ely Rahmawati
8 Jul 2022 | 19:12 WIB
BAGIKAN
Kompleks Pabrik Tarjun milik Indocement.
Kompleks Pabrik Tarjun milik Indocement.

JAKARTA, investor.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tetap optimistis dengan penjualan pada paruh kedua 2022, di tengah tekanan biaya batu bara yang masih berlanjut. Maraknya pengembangan infrastruktur dan komersial menjelang akhir tahun, serta musim kemarau yang lebih kering pada periode ini, diharapkan mendongkrak penjualan semen perseroan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Muhammad Naufal Yunas mengungkapkan, pihaknya melakukan riset kinerja dan prospek Indocement untuk menganalisis perkembangan terkini dinamika penjualan semen di Indonesia, serta potensi katalis jangka pendek untuk menavigasi harga batu bara yang masih tinggi.

”Indocement telah mengamankan 10% dari kebutuhan stok batu bara dengan harga domestic market obligation (DMO) baru-baru ini dan melakukan penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price/ASP) semen pada Juni 2022,” tulis Naufal dalam risetnya.

Dia menjelaskan, penjualan semen diperkirakan lebih tinggi di paruh kedua 2022 karena musim, serta pengembangan infrastruktur dan komersial menjelang akhir tahun. Emiten berkode saham INTP ini juga memandang positif pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru karena akan berkontribusi terhadap permintaan semen di Kalimantan. “Perseroan mempertahankan target pertumbuhan penjualan semen sebesar 5% tahun ini, dengan target margin EBITDA sebesar 20%,” ungkap Naufal.

ADVERTISEMENT

Untuk menyesuaikan dengan peningkatan harga batu bara, lanjut dia, INTP telah melakukan kenaikan harga pertamanya sejak kuartal IV-2021. Namun, penyesuaian harga tersebut tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan harga batu bara. Penyesuaian harga lebih lanjut dilakukan pada Maret 2022 untuk produk dalam kemasan dan produk curah, dan dampaknya terhadap pangsa pasar langsung terasa.

“Kami mencatat bahwa pangsa pasar Indocement turun dari 26% pada Januari 2022 menjadi 22% pada April 2022. Kemudian dari April hingga Mei, pemain lain mulai melakukan penyesuaian harga, sehingga INTP mendapatkan kembali pangsa pasar pada Mei 2022 yang mencatat pertumbuhan volume sebesar 9,7% yoy,” sebut Naufal.

Karena harga batu bara yang tinggi, INTP sekali lagi menaikkan ASP pada Juni 2022 untuk produk kantongan yang dijual di Jawa. Dengan demikian, INTP telah membuat total kenaikan ASP sebesar 20%.

Menurut Naufal, meskipun menaikkan harga jual semen, INTP memperkirakan penjualan lebih tinggi karena musim tahun ini, didukung oleh pengembangan proyek infrastruktur dan komersial dari belanja modal perusahaan yang lebih tinggi menjelang akhir tahun. Apalagi, prediksi cuaca yang lebih kering hingga akhir kuartal IV, menjadi pendorong penjualan semen.

Perseroan optimistis, kelanjutan pembangunan proyek infrastruktur dan komersial akan mendorong pertumbuhan penjualan semen curah. Selain itu, INTP juga memandang positif pembangunan Ibu Kota Negara baru, dan siap memasok kebutuhan semen di Kalimantan lewat pabrik di Tarjun, Kalimantan Selatan. Produk semen tersebut akan dikirim via kapal ke lokasi ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“INTP mendapatkan kemajuan positif dalam hal stok batu bara. Mereka telah memperoleh sekitar 10% dari stok batu bara yang dibutuhkan untuk sepanjang 2022 dengan harga domestik DMO US$ 90/ton (yang dikonversi ke harga batu bara LCV pada US$ 40/ton). Hal ini positif bagi INTP, seiring dengan perpanjangan waktu kebijakan DMO sejak April 2022,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjut dia, INTP memperkirakan harga batu bara akan tetap tinggi hingga akhir tahun. Untuk itu, perseroan terus membangun kemitraan agar mendapatkan akses DMO, serta meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif. Sementara itu, penyesuaian harga jual (ASP) lebih lanjut akan sangat bergantung pada tren harga batu bara hingga akhir tahun.

“Kami mempertahankan rekomendasi buy INTP dengan target harga Rp 15.300. Hal itu didukung oleh perkembangan positif yang berkelanjutan dari strategi efisiensi biaya dan ekspektasi permintaan yang lebih tinggi di paruh kedua 2022. Kami juga mempertahankan pandangan positif tentang kelembagaan price-capping melalui BLU yang diharapkan resmi pada bulan Juli, untuk menjaga ketersediaan pasokan batu bara bagi industri semen secara keseluruhan,” pungkas Naufal.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (8/7/2022), INTP ditutup menguat Rp 50 (0,5%) ke level Rp 9.175. Dengan demikian, INTP masih bisa kasih cuan hingga sebesar 66,7%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia