Jumat, 15 Mei 2026

Duh, IHSG Dibuka Anjlok 0,36 Poin

Penulis : Indah Handayani
13 Jul 2022 | 09:03 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Ditutup melemah sebesar di level 6,718.29 (0,06%), IHSG dibuka anjlok pada perdagangan sesi I, Rabu (13/7/2022). IHSG hari ini dibuka anjlok 0,36 poin (0,01%) di level 6.717,9. Namun, setelah itu IHSG  bergerak  menguat. Alhasil, IHSG bergerak mixed pada rentang 6.714-6.725.

Tercatat sebanyak 515,14 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 247,57 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 17.773 kali transaksi. Sebanyak 159 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 62 saham terkoreksi, dan 230 saham stagnan.

Wall Street berada di wilayah negatif pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena tanda-tanda resesi yang berkembang membuat pembeli keluar dari pasar ekuitas menjelang laporan data inflasi dengan sektor energi dan teknologi memimpin pasar secara luas lebih rendah.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 192,51 poin atau 0,62%, menjadi menetap di 30.981,33 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 35,63 poin atau 0,92%, menjadi berakhir di 3.818,80 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 107,87 poin atau 0,95%, menjadi ditutup pada 11.264,73 poin.

ADVERTISEMENT

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan teknologi masing-masing melemah 2,03 % dan 1,34 %, memimpin penurunan. Sektor energi terbebani oleh jatuhnya harga minyak mentah.

Sementara itu ketiga indeks saham utama AS bergerak antara kenaikan dan penurunan moderat di awal sesi, mereka berbalik turun tajam di akhir hari karena laporan indeks harga konsumen Rabu (13/7/2022) dari Departemen Tenaga Kerja semakin dekat, bersama laporan laba bank besar minggu ini.

Sementara itu, saham di Asia-Pasifik beragam pada hari Rabu menjelang data perdagangan Tiongkok dan keputusan bank sentral di wilayah tersebut. Investor juga akan menantikan laporan inflasi AS untuk bulan Juni. Nikkei 225 Jepang naik 0,48%, dan indeks Topix naik 0,43%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,39% dan Kosdaq naik 0,32%.

S&P/ASX 200 di Australia turun 0,2%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang berada tepat di atas garis datar. Data perdagangan Tiongkok akan dirilis pada hari Rabu. Jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa ekspor akan tumbuh sebesar 12%, sementara impor akan meningkat sebesar 3,9%.

Bank of Korea diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk pertama kalinya, menurut jajak pendapat Reuters. Reserve Bank of New Zealand juga akan menaikkan suku bunga setengah poin. Bursa saham Thailand tutup untuk hari libur pada hari Rabu.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini bakal bergerak sideways di 6.700-6.780 ditengah antisipasi data inflasi AS. IHSG akan bergerak pada resistance 6.830, pivot 6.730, support 6.600. Perhatikan peluang trading buy pada sejumlah saham, diantaranya ABBA dan ADHI.

Phintraco Sekuritas menyebut, arahan berlawanan dari Wall Street dan Eropa diperkirakan memicu IHSG untuk kembali bergerak sideway di Rabu (13/7/2022). IHSG diperkirakan kembali fluktuatif dalam rentang 6.700-6.780 di perdagangan Rabu (13/7/2022). “Terlebih, secara teknikal, sejumlah saham yang menjadi mover IHSG di Selasa (12/7), seperti coal producers terindikasi memasuki overbought area,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (13/7/2022).

IHSG juga dipengaruhi sikap wait and see pelaku pasar jelang rilis sejumlah data penting di Rabu (13/7/2022). Inflasi Jerman diperkirakan turun ke 7,6% year on year (yoy) di Juni 2022. Pertumbuhan ekonomi Inggris diperkirakan melambat ke 2,7% yoy di Mei 2022 dari 3,4% yoy di April 2022. Inflasi AS diperkirakan naik ke 8,8% yoy di Juni 2022, level tertinggi baru dalam 40 tahun terakhir.

Terkait hal tersebut nilai tukar Rupiah melemah 0,15% ke Rp 14.992 per dolar AS di Selasa sore (12/7/2022). Potensi surplus NPI di Juni 2022 (15/7/2022), diharapkan dapat menjaga nilai tukar Rupiah di bawah level psikologis Rp 15.000.

Perhatikan peluang trading buy pada sejumlah saham yang bertahan di pivot level, seperti ABBA, ADHI dan MEDC. Perhatikan potensi rebound lanjutan pada ASII, dan speculative buy di kisaran support pada WIKA, MYOR dan WOOD.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 6 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 44 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 48 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia