Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Berpotensi Rebound, Cermati BMRI, JPFA, TBIG, SMRA, HOKI

Penulis : Indah Handayani
22 Jul 2022 | 07:45 WIB
BAGIKAN
Investor melihat monitor pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Investor melihat monitor pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id – Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) yang juga analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan Jumat (22/7/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada rentang 6.818-6.901. Cermati BMRI, JPFA, TBIG, SMRA, HOKI.

Edwin mengatakan, setelah Chill Out selama sehari dan merujuk beberapa perkembangan positif semalam, mulai dari berlanjutnya kenaikan Indeks DJIA sekitar 0,51%. Dikombinasikan dengan naiknya harga beberapa komoditas seperti emas rebound 1,36% dan Nikel kembali naik 2,14%.

Ditambah lagi, lanjut Edwin, EIDO menguat sebesar 0,09% ditengah penurunan yield Obligasi AS tenor 10 tahun sebesar 4,88% dibawah level 2,9%. “Hal ini menjadi faktor positif peluang IHSG akan Rebound dalam perdagangan Jumat ini,” tulis Edwin dalam risetnya, Jumat (22/7/2022).

ADVERTISEMENT

Dilain pihak, Edwin mengatakan, faktor pemberat untuk perdagangan Jumat ini berasal dari cukup tajamnya  kejatuhan harga minyak sebesar 5,89%, turunnya harga batu bara sebesar 1,77% serta timah turun sebesar 0,48% ditengah pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap US$ diatas level Rp 15.000.

Berdasarkan analisa teknikal dan bandarmologi, sejumlah saham ini layak dicermati pada hari ini adalah   

BMRI 7.500 – 8.300

Technical indicator : Buy, buy 7.900
Target price: 8.300
Stop loss: 7.500
Bandarmology:
Top 5 Broker Accumulated 
Periode (10 Days) : Distribution!!
Net buy sell asing:
Periode (10 Days): Distribution!!

JPFA 1.470- 1.630

Technical indicator : Strong buy, buy 1.550
Target price: 1.630
Stop loss: 1.470
Bandarmology:
Top 5 Broker Accumulated 
Periode (10 Days) : Accumulation
Net buy sell asing:
Periode (10 Days): Distribution!!

TBIG 2.960 – 3.280

Technical indicator : Strong buy, buy 3.120
Target price: 3.280
Stop loss: 2.960
Bandarmology:
Top 5 Broker Accumulated 
Periode (10 Days) : Accumulation
Net buy sell asing:
Periode (10 Days): Accumulation

SMRA 560 - 620

Technical indicator : Buy, buy 590
Target price: 620
Stop loss: 560
Bandarmology:
Top 5 Broker Accumulated 
Periode (10 Days) : Accumulation
Net buy sell asing:
Periode (10 Days): Accumulation

HOKI 133 - 157

Technical indicator : Strong buy, buy 143
Target price: 157
Stop loss: 133
Bandarmology:
Top 5 Broker Accumulated 
Periode (10 Days) : Distribution!!
Net buy sell asing:
Periode (10 Days): Distribution!

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia