Jumat, 15 Mei 2026

Penjualan Indocement (INTP) Naik, tapi Laba Bersih Anjlok

Penulis : Parluhutan Situmorang
18 Aug 2022 | 15:51 WIB
BAGIKAN
Area penambangan semen Indocement, Cibinong. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Area penambangan semen Indocement, Cibinong. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, Investor.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan peningkatan penjualan menjadi Rp 6,91 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 6,66 triliun. Namun, laba bersih turun drastis 50,29% menjadi Rp 291,54 miliar dari Rp 586,57 miliar.

Anjloknya laba bersih perseroan dipengaruhi oleh peningkatan beban pokok penjualan dibandingkan peningkatan pendapatan. Beban usaha juga mengalami peningkatan. Hal ini memicu laba sebelum beban pajak penghasilan turun drastis dari Rp 730,86 miliar menjadi Rp 367,67 miliar.

Sebelumnya, Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya mengatakan, Indocement merupakan pelopor MASTER-TECH di bidang industri semen yang menerapkan teknologi pabrikan semen terkini. “Bahkan, kita menjadi perusahaan semen pertama di Indonesia yang mulai menerapkan Industri 4.0 sehingga dapat menghasilkan produk semen bermutu tinggi, kokoh, dan ramah lingkungan,” ucap Christian Kartawijaya dalam sambutannya pada Perayaan Puncak HUT ke-47 Indocement.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut dikatakan, Indocement akan terus berupaya untuk terus menurunkan emisi gas rumah kaca (GKR) Scope 1. Pada 2021, emisi GKR yang dihasilkan turun menjadi 606 kg CO2/ton semen ekuivalen turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 623 kg CO2/ton semen ekuivalen.

Menurutnya Indocement juga memiliki target, pada 2025 kami akan menggunakan 25% bahan bakar alternatif. “Selain kerja sama untuk menerima RDF dari TPST Nambo, Kami juga telah menjajaki bekerja sama untuk menerima RDF dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu lainnya.” tambahnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia