Jumat, 15 Mei 2026

Tanda-tanda Pemulihan Terlihat, Indocement (INTP) Berharap di Paruh Kedua

Penulis : Parluhutan Situmorang
19 Aug 2022 | 09:36 WIB
BAGIKAN
Proses pemanfaatan limbah ban bekas untuk bahan bakar alternatif di pabrik Indocement
Proses pemanfaatan limbah ban bekas untuk bahan bakar alternatif di pabrik Indocement

JAKARTA, Investor.id - Kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diproyeksikan pulih pada paruh kedua tahun ini, seiring dengan biaya energi yang lebih rendah dan potensi peningkatan volume penjualan.

Ekspektasi ini mendorong RHB Sekuritas Indonesia mempertahankan trading buy saham INTP dengan target harga Rp 12.700 per saham. Artinya masih terbuka peluang kenaikan harga saham perseroan mencapai 36,55%, dibandingkan dengan penutupan kemarin di level Rp 9.300.

Hingga semester I-2022, perseroan membukukan peningkatan penjualan menjadi Rp 6,91 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 6,66 triliun. Namun, laba bersih turun drastis 50,29% menjadi Rp 291,54 miliar dari Rp 586,57 miliar.

ADVERTISEMENT

Analis RHB Sekuritas indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengatakan, ekspektasi pemulihan terlihat dari data yang menunjukkan pangsa pasar perseroan kemblai pulih mencapai 25,4% pada Juli 2022, dibandingkan April 2022 sekitar 21,7%.

“Kami memperkirakan kinerja Indocement akan pulih pada paruh kedua tahun ini, seiring dengan pulihnya permintaan semen dan mulai didapatkannya harga energi batu bara sesuai dengan harga domestic market obligation (DMO),” tulis Ryan dan Andrey dalam risetnya.

Pulihnya kinerja keuangan juga datang dari kenaikan harga jual rata-rata semen perseroan yang telah dilaksankan pada semester I tahun ini. Peningkatan harga jual tersebut bersamaan dengan penurunan biaya energi akan berimbas positif terhadap keuangan Indocement.

Pemulihan permintaan semen didukung oleh percepatan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur pemerintah. Sebab, umumnya proyek infrastruktur akan mengalami percepatan setiap paruh kedua setia tahunnya.

Terkait kinerja keuangan INTP hingga semester I-2022, RHB Sekuritas menyebutkan, perolehan laba bersih tersebut berada di bawah perkiraan akibat lonjakan harga energi. Penurunan juga dipengaruhi atas pelemahan volume penjualan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia