Jumat, 15 Mei 2026

Tekan Harga Tiket Pesawat, Ini Langkah Konkret Garuda (GIAA)

Penulis : Muawwan Daelami
21 Aug 2022 | 17:40 WIB
BAGIKAN
Pramugari Garuda Indonesia membagikan makanan dan minuman saat terbang. (Dok. BeritaSatu Photo)
Pramugari Garuda Indonesia membagikan makanan dan minuman saat terbang. (Dok. BeritaSatu Photo)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan merestorasi atau memulihkan sekitar 60 armada pesawat untuk meningkatkan frekuensi penerbangan. Hal itu sebagai langkah konkret dalam menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar Garuda menambah jumlah armada guna menekan harga tiket pesawat.

“Kami targetkan sekitar 60-an armada Garuda bisa terbang sebelum akhir tahun 2022," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Investor Daily, Jumat (19/8/2022).

Adapun total biaya restorasi untuk 60 armada tersebut, menurut Irfan, angkanya belum final. Sebagai gambaran, untuk restorasi satu armada diperkirakan menghabiskan biaya mulai dari ratusan ribu sampai jutaan dolar (AS), tergantung bagian mana yang mesti diperbaiki.

ADVERTISEMENT

Garuda Indonesia telah menggandeng PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk program restorasi tersebut. "Jadi, kerja sama Garuda dan PPA untuk restorasi armada. Dengan begitu, kami menambah armada yang beroperasi. Bukan kerja sama untuk penambahan armada baru," jelas Irfan.

Sejauh ini, emiten berkode saham GIAA tersebut belum memutuskan kenaikan harga tiket pesawat, meski Kementerian Perhubungan menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 tentang besaran biaya tambahan (surcharge) akibat fluktuasi bahan bakar tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

“Bukannya kami tidak mau (menaikkan tarif). Kami berterima kasih sekali sama Kemenhub. Tapi kami juga mau berpihak kepada penumpang," ucapnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia