Jumat, 15 Mei 2026

Blak-blakan Bos Garuda (GIAA), Dari Jumlah Pesawat hingga Kemampuan Perseroan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Sep 2022 | 11:22 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Foto: Beritasatu Photo)
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Foto: Beritasatu Photo)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) blak-blakan mengenai jumlah pesawatnya saat ini dan proyeksi ke depan. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra dalam menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat kepada Garuda.

Irfan mengungkapkan, jumlah armada Garuda saat ini, yaitu 38 pesawat B737-800, delapan pesawat B777-300, 16 pesawat A330-300, tiga pesawat A330-200, dan tiga pesawat A330-900. Namun, lanjut Irfan, jumlah pesawat yang dapat dioperasikan perseroan saat ini adalah sekitar 30 armada.

Dalam suratnya, BEI sebenarnya menanyakan terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau rights issue, non-HMETD atau private placement, dan obligasi wajib konversi (OWK). BEI menanyakan apakah dengan adanya dana PMHMETD, berapa penambahan jumlah pesawat Garuda? Dan, apakah hal tersebut telah menjadikan operasional perseroan telah optimal?

ADVERTISEMENT

“Dengan adanya dana PMHMETD, perseroan akan melakukan kegiatan restorasi dan maintenance atas total 61 armada yang dimiliki agar dapat meningkatkan serviceability pesawat dan operasional perseroan dapat berjalan lebih optimal dalam menghadapi perkembangan kondisi pasar,” jawab Irfan dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut, terang Irfan, terkait rencana penambahan jumlah armada atau pesawat, perseroan akan selalu mempertimbangkan kebutuhan serta market demand yang diselaraskan dengan kemampuan perseroan.

Sebelumnya, Garuda melakukan penundaan pembahasan agenda PMHMETD, PMTHMETD, dan konversi OWK dari semula pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tanggal 12 Agustus 2022 menjadi 26 September 2022. Terkait hal ini juga, BEI meminta penjelasan perkiraan tanggal-tanggal ke depannya.

“Sehubungan dengan masih diperlukannya koordinasi lebih lanjut dengan para stakeholders, maka indikasi jadwal/tanggal-tanggal penting terkait dengan pelaksanaan PMHMETD, PMTHMETD, dan konversi OWK akan disampaikan melalui keterbukaan informasi selambat-lambatnya pada H-2 pelaksanaan RUPSLB lanjutan,” jawab Irfan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia