Jumat, 15 Mei 2026

BNI Sekuritas:IHSG Menguat, Cermati Saham BBNI, BUMI, ANTM dan MEDC

Penulis : Indah Handayani
12 Sep 2022 | 08:20 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id — BNI Sekuritas memprediksi IHSG menguat pada perdagangan Senin (12/9/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak di level support 7.298/7.312/7.355/7.386, sementara level resistance indeks berada di 7.225/7.18/7.150/7.123/7.098, dengan perkiaan kisaran 7.190 - 7.290. Investor dapat mencermati saham BBNI, BUMI, ANTM dan MEDC.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, secara teknikal peluang indeks untuk rebound masih terbuka, dari pola konsolidasi, candle dan selama di atas 5 day MA. Trend bullish, selama di atas 7.073. IHSG closing diatas 5 day MA (7.225). Indikator MACD bullish, stochastic bullish, masih dalam pola rising wedge, candle hanging man.

“Selama di atas support 7.064, IHSG masih berpeluang bullish, target 7.070 (DONE), 7.130 (DONE)- 7.175 (DONE) - 7.218 (DONE)/7.258 (DONE)/7.312/7.355. Dominan power buy. Range breakout berada di 7.073 - 7.286,” ujar Andri dalam risetnya, Senin (12/9/2022).

ADVERTISEMENT

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, Jumat lalu indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan 1,19%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 1,53%, bahkan indeks Nasdaq menguat lebih tinggi sebesar 2,11%. Ketiga bursa tersebut menghentikan penurunan selama tiga minggu secara beruntun. Bursa Eropa juga mencatat kenaikan, seperti DAX Performance Index dan CAC 40 yang masing-masing menguat 1,43% dan 1,41%.

Sementara itu, bursa regional Asia Pasifik mencatat penguatan dengan kenaikan tertinggi dicatat oleh Hang Seng sebesar 2,69%. SSE Composite Index, TSEC Weighted Index dan Shenzen Index juga mengalami penguatan yang signifikan. IHSG juga ditutup menguat pada akhir pekan lalu pada level 7.242,65 atau mengalami kenaikan 0,15%.

Investor dapat mencermati saham BBNI dengan rekomendasi speculative buy dengan target 8.900/9.075 dan stop loss di bawah 8.550. Kemudian saham BUMI direkomendasikan buy 180 - 186 dan target 200/220 dengan stop loss di bawah 166.

Selanjutnya saham ANTM dengan strategi investasi speculative buy dengan target 2.040/2.070 dan stop loss di bawah 1.900. Saham MEDC direkomendasikan speculative buy dengan target 900/910 dan stop loss di bawah 840.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia