Suspend Saham CARS Dibuka, Bagaimana Arah Pergerakannya?
JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspend) perdagangan saham PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS). Sebelumnya, transaksi saham ini dihentikan sementara karena dipicu oleh lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir.
“Suspensi atas perdagangan saham CARS di pasar reguler dan pasar tunia dibuka kembali mulai perdagangan sesi I, 15 September 2022,” demikian pengumuman Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidi M Pandjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A, yang dikutip hari ini.
Kemarin, perdagangan saham CARS sempat dihentikan dengan tujuan cooling down setelah terjadi lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BEI, saham CARS mulai merangkak naik sejak 23 Agustus 2022 dengan penguatan Rp 5 menjadi Rp 55. Dengan demikian, harga saham CARS telah melesat 150% sejak 25 Agustus 2022 hingga penutupan 13 September 2022.
Lonjakan harga saham CARS terjadi setelah beredar kabar konsorsium Theodore Permadi (TP) Rachmat dan Garibaldi Tohir akan pelaksanaan penggabungan usaha dan akuisisi (merger and acquisition/M&A) Bintraco Dharma, yaitu main dealer mobil Toyota wilayah Jawa Tengah dan DIY, yang terkenal dengan Nasmoco.
Adapun Darmawan Widjaja adalah direktur di perusahaan salah satu milik TP Rachmat yaitu PT Dharma Polimetal, telah ditempatkan menjadi komisaris CARS. Darmawan Widjaja mengawali karier di Grup Astra sejak 1991 dan terakhir menjadi Presiden Direktur PT Astra Auto Trust dan Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
Sedangkan Presiden Direktur Bintraco adalah Benny Redjo Setyono yang dalam RUPS 24 Juni 2022 resmi menggantikan Sebastianus Harno Budi. Restrukturisasi internal ini berhasil membawa kondisi keuangan CARS menjadi laba Rp 47 miliar, dibanding dengan sebelumnya yang rugi Rp 105 miliar.
Sedangkan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebelumnya telah mengurangi kepemilikan saham atas CARS. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, per 22 Agustus 2022, Trimegah masih menggenggam sebanyak 17,85% saham, namun per 23 Agustus 2022, kepemilikan saham Trimegah susut menjadi 14,74% saham.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






