Jumat, 15 Mei 2026

BTN Syariah Gabung ke BSI (BRIS), Erick Thohir: Masih Review

Penulis : Muawwan Daelami
15 Sep 2022 | 21:28 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir. (BeritaSatu Photo/Uthan MR)
Menteri BUMN Erick Thohir. (BeritaSatu Photo/Uthan MR)

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir tengah meninjau (review) opsi Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah apakah akan digabungkan dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.

Erick menilai, BTN masih diperlukan untuk menjadi bank mortgage guna memberikan akses bagi masyarakat terutama generasi muda terhadap perumahan. Sedangkan BRIS akan terus diperbesar.

Karena itu, sebagai bank mortgage, BTN masih di-review untuk diharapkan bisa menghimpun dana yang lebih besar dengan skala jangka panjang antara 10-20 tahun. “Ini yang kita lihat kenapa BTN kita review apakah nanti BTN Syariah bergabung kepada BRIS atau BTN kita perbesar dengan strategi yang namanya konsolidasi,” ucap Erick saat berkunjung ke kantor BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Jakarta, Kamis (15/9/2022).

ADVERTISEMENT

Secara terpisah, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pihaknya tengah menjajaki opsi melepas Unit Usaha Syariah (UUS) BTN atau BTN Syariah. Apabila BTN Syariah dilepas untuk bergabung ke Bank Syariah Indonesia (BSI), maka akan ada dana yang diterima bank berkode saham BBTN ini untuk mendukung kinerja intermediasi perseroan ke depan.

Menurut Haru, berdasarkan peraturan Undang-Undang (UU) tentang perbankan syariah, pada pertengahan 2023 semua UUS harus melepaskan diri dari induknya atau melakukan spin off. Terkait hal tersebut, BTN melakukan upaya untuk memenuhi UU tersebut, terdapat pilihan untuk menjadi bank umum syariah atau menyerahkan ke BSI (BRIS).

“Apabila dilakukan penyerahan ke bank syariah yang sudah ada, tentu hasil penjualannya diperhitungkan sebagai liabilitis yang diserahkan, karena ada aset dan liabilitis dan hampir match. Kalau lebih, dananya untuk BTN ekspansi ke kredit,” kata Haru dalam konferensi pers, Kamis (15/9/2022).

BSI merupakan gabungan dari tiga bank syariah milik bank BUMN, yakni Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah. Dari bank-bank pelat merah, hanya BTN yang bank syariahnya belum digabungkan ke dalam BSI. BSI dibentuk untuk menjadi bank syariah terbesar yang dapat bersaing bukan hanya di Indonesia, tapi juga kancah internasional.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia