Jumat, 15 Mei 2026

Dow Jones dan Harga Komoditas Turun Berjamaah, Sinyal Apakah Ini?

Penulis : Indah Handayani
26 Sep 2022 | 07:40 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) yang juga analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyebut, Dow Jones dan harga komoditas turun berjamaah. Hal itu berpotensi menjadi sinyal negatif pendorong IHSG berlanjut turun dalam perdagangan awal minggu, Senin (26/9/2022). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang 7.113 – 7.207. Simak BRIS hingga SMGR.

Edwin menjelaskan, kekhawatiran investor bahwa AS akan masuk kedalam lembah resesi akibat agresivitas The Fed menaikkan suku bunga. The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan FFR sekitar 125 bps (1,25%) di dua pertemuan The Fed hingga akhir tahun 2022 dan berlanjut menaikkan FFR hingga 4,6% di tahun 2023.

Hal itu, lanjut Edwin, mengakibatkan tekanan jual di Wall Street tetap berlanjut dihari keempat. “Walaupun setelah pengumuman kenaikan FFR dan Wall Street terjadi beberapa hari sebelumnya, indeks DJIA kembali terjungkal dihari Jumat sebesar 1,62%,” tulis Edwin dalam risetnya, Senin (26/9/2022).

ADVERTISEMENT

Edwin menambahkan, jika faktor terjungkalnya indeks DJIA dikombinasikan dengan kembali turunnya harga beberapa komoditas seperti batu bara turun 2,48%, emas 1,75%, minyak 4,86%,  nikel 4,06%, CPO 2,31% serta kembali naiknya yield obligasi AS tenor 2 tahun yang sudah berada dilevel 4.203%.

“Ditengah pelemahan Rupiah menuju dilevel Rp 15.100, berpotensi menjadi sentimen negatif pendorong IHSG berlanjut turun dalam perdagangan awal minggu,” papar Edwin.

Berdasarkan analisis teknikal dan bandarmologi, berikut sejumlah saham yang layak dicermati pada hari ini:

BRIS 1.500 – 1.655

Technical indicator: Strong buy, buy 1.575

Target price: 1.655

Stop loss: 1.500

Bandarmology:

Top 5 Broker Accumulated

Periode (10 Days): Accumulation

Net buy sell asing:

Periode (10 Days): Accumulation

TBIG 2.710 – 2.990

Technical indicator: Neutral, buy 2.850

Target price: 2.990

Stop loss: 2.710

Bandarmology:

Top 5 Broker Accumulated

Periode (10 Days): Distribution!!

Net buy sell asing:

Periode (10 Days): Distribution!!

AGII 2.400 – 2.650

Technical indicator: Strong buy, buy 2.520

Target price: 2.650

Stop loss: 2.400

Bandarmology:

Top 5 Broker Accumulated

Periode (10 Days): Accumulation

Net buy sell asing:

Periode (10 Days): Accumulation

Baca juga: 

ISAT 7.000 – 7.700

Technical indicator: Strong buy, buy 7.350

Target price: 7.700

Stop loss: 7.000

Bandarmology:

Top 5 Broker Accumulated

Periode (10 Days): Accumulation

Net buy sell asing:

Periode (10 Days): Distribution!!

SMGR 7.050 – 7.800

Technical indicator: Strong buy, buy 7.425

Target price: 7.800

Stop loss: 7.000

Bandarmology:

Top 5 Broker Accumulated

Periode (10 Days): Accumulation

Net buy sell asing:

Periode (10 Days): Accumulation

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia