Jumat, 15 Mei 2026

Reliance Sekuritas: IHSG Rentan Profit Taking, Ini Jajaran Saham Potensi Naik

Penulis : Indah Handayani
26 Sep 2022 | 08:20 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pengunjung melihat pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG rentan terjadi aksi profit taking pada perdagangan Senin (26/9/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.130-7.220. Ini jajaran saham potensi naik, diantaranya PNIN dan ABBA.

Reliance Sekuritas menjelaskan, IHSG rentan profit taking melihat sentimen global yang masih negatif serta bursa regional yang masih diperdagangkan negatif. “Sementara itu, harga komoditas metals seperti timah, emas dan nikel sedang mengalami koreksi,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/9/2022).  

Secara teknikal, Reliance Sekuritas memaparkan, IHSG masih akan menguji resistance 7.220. Sementara itu, indikator stochastic sudah mulai berhimpitan. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu PNIN, INDY, PGAS, BRIS, MPMX, SMGR, SMCB, ABBA,” tambah Reliance Sekuritas.

ADVERTISEMENT

IHSG diperdagangkan di zona merah sepanjang hari pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG berhasil ditutup melemah di level 7 179 (0,56%). Pelemahan IHSG masih terkena sentimen negatif terkait kenaikan suku bunga dan khawatir akan disusul oleh pelemahan ekonomi.

Beberapa sektor yang mengalami pelemahan diantaranya yaitu sektor energi (1,41%), sektor properti dan real estate (1,11%) dan sektor industri (0,99%). Investor asing tercatat membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 748.74 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing adalah BBRI, BBCA, TLKM.

Sementara itu dari bursa AS, tiga index utama kembali ditutup di area negative pada penutupan akhir pekan lalu, para pelaku masih pasar merespon negatif keputusan hawkish The Fed yang menaikan suku bunga. selain itu The Fed memberikan isyarat untuk proyeksi suku bunga masih akan tinggi hingga tahun 2023. 

Dari bursa Asia, pada pagi ini sudah diperdagangkan di zona negative, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 diperdagangkan melemah (2,08%), sementara Kospi melemah (1,98). Pada pagi ini Jibun Bank dari Jepang merilis data Flash PMI untuk bulan September yang dimana dari manufacturing, service dan composite PMI mengalami ekspansi di atas 50.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia