Jumat, 15 Mei 2026

Katalis Positif bagi Samudera Indonesia (SMDR)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Sep 2022 | 15:54 WIB
BAGIKAN
PT Samudera Indonesia Tbk. (Foto: Perseroan)
PT Samudera Indonesia Tbk. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait harga saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang mengalami penurunan sejak awal Juni 2022 hingga sekarang.

Hal itu terungkap dari keterbukaan informasi manajemen SMDR dalam menjawab permintaan penjelasan BEI.

Secara lebih tajam, BEI meminta penjelasan mengenai latar belakang penurunan harga saham SMDR sejak awal Juni 2022 sampai sekarang berdasarkan aspek keuangan perseroan, aspek operasional, kondisi industri perseroan, kondisi global, dan faktor lain yang mempengaruhi bila ada.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan SMDR Farida Helianti Sastrosatomo menjelaskan, harga saham perseroan relatif stabil pada tingkat kisaran Rp 2.300-2.650 per lembar dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

“Selain itu, perseroan juga melihat bahwa tren penurunan juga dialami pada saham perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha sejenis,” jelasnya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (27/9/2022).

Menurut dia, perseroan meyakini kinerjanya masih akan tumbuh lantaran peningkatan kinerja lebih disebabkan oleh faktor fundamental, di mana perseroan berhasil meningkatkan volume yang dikelola melalui penambahan rute-rute baru pelayaran.

Selain itu, kontrak bisnis perseroan dengan supplier  dan customer dengan jangka waktu lebih panjang. Juga, rencana strategis perseroan untuk meningkatkan pendapatan pada lini usaha logistik, sektor yang akan memberikan kontribusi usaha relatif stabil terhadap perseroan.

Lebih lanjut, Farida menyatakan, potensi dan perkembangan industri perseroan ke depannya, seperti pertumbuhan pasokan kapasitas pelayaran dunia diproyeksikan masih akan terjadi pada jangka menengah.

Disrupsi alur pasokan logistik global masih berlanjut sehingga hal ini mendorong freight rate masih berada pada tingkat relatif tinggi.

Lockdown sebagai penanganan pandemi Covid masih dilakukan di Tiongkok sehingga ada potensi relaksasi atas lockdown itu yang akan kembali mendorong aktivitas industri serta volume perdagangan global. Hal itu, jelas Farida, akan menjadi katalis positif industri pelayaran global.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Selasa (27/9/2022), SMDR ditutup melemah 0,84% ke Rp 2.370. Dalam tiga bulan terakhir, SMDR anjlok 26,40%.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia