Jumat, 15 Mei 2026

Phintraco Sekuritas: Waspada Level Psikologis 7.000, Perhatikan Saham Potensi Rebound

Penulis : Indah Handayani
30 Sep 2022 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham menggunakan smartphone di Jakarta. Foto ilustrasi:   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Investor memantau pergerakan saham menggunakan smartphone di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Phintraco Sekuritas mengingatkan untuk mewaspadai level psikologis 7.000 pada pergerakan IHSG jelang akhir pekan, Jumat (30/9/2022). IHSG hari ini diperkiran akan bergerak pada resistance 7.130, pivot 7.050-7.080, support 7.000. Perhatikan saham potensi rebound, salah satunya BBCA.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, dengan pelemahan Kamis (29/9/2022), IHSG membentuk upper-shadow panjang dalam dua hari terakhir. Selain itu, IHSG juga telah break support 7.080 dan 7.050 dalam dua hari perdagangan terakhir.

“Secara teknikal, faktor yang dapat meredam potensi pelemahan lanjutan pada IHSG adalah indikasi oversold pada Stochastic RSI. Untuk saat ini, waspadai level psikologis di 7.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (30/9/2022).

ADVERTISEMENT

Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG dibayangi oleh peningkatan capital outflow dalam sepekan terakhir. Hla ini dipicu oleh keyakinan bahwa the Fed akan mempertahankan kenaikan suku bunga agresif untuk beberapa waktu mendatang, meski dibayangi risiko resesi.

“Hal ini turut memicu tren pelemahan nilai tukar Rupiah. Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah melemah 2,83% sejak awal September 2022,” tambah Phintraco Sekuritas.

Untuk saat ini, Phintraco Sekuritas menilai pelaku pasar cenderung wait and see terhadap data inflasi di September 2022  yang menjadi salah satu pertimbangan keputusan RDG BI di November 2022.

“Potensi rebound lanjutan pada BBCA, ADRO, MEDC dan HRUM dapat diperhatikan. Speculative buy pada CTRA, ADMR dan AMRT juga dapat dipertimbangkan pada hari ini,” papar Phintraco Sekuritas.

Mayoritas indeks Wall Street kembali melemah di Kamis (29/9/2022). Ekspektasi dipertahankannya agresivitas kenaikan sukubunga acuan the Fed untuk beberapa bulan kedepan dan kekhawatiran penurunan kinerja perusahaan di AS di kuartal III-2022 menjadi faktor utama yang menekan Wall Street.

Apple melaporkan penurunan permintaan untuk produk terbarunya, khususnya iPhone 14 series, sementara Nike melaporkan bahwa masalah supply chain dan inventory menekan laba bersih perusahaan.

Dari data ekonomi, U.S. Initial Jobless Claims turun signifikan ke 193 ribu di pekan yang berakhir pada 24 September 2022 dari 209 ribu di pekan sebelumnya. Realisasi tersebut juga lebih rendah dari perkiraan yang sebesar 215 ribu. Akan tetapi, data ini belum mampu menopang Wall Street dari tekanan jual di Kamis (29/9/2022).

Sejalan dengan Wall Street, mayoritas indeks di Eropa melemah lebih dari 1.5% di Kamis (29/9/2022). Pelemahan Poundsterling mulai tertahan di Kamis (29/9/2022), menyusul rencana Bank of England (BoE) untuk membeli obligasi jangka panjang. Akan tetapi, hal ini juga belum cukup kuat untuk menjaga indeks-indeks di Eropa dari aksi sell-off pada Kamis (29/9/2022).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia