Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Melemah, Awasi Lima Saham Potensi Melaju Jelang Akhir Pekan

Penulis : Indah Handayani
30 Sep 2022 | 07:20 WIB
BAGIKAN
Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan Jumat (30/9/2022). IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.000 – 7.100. Awasi lima saham potensi melaju jelang akhir pekan, salah satunya BBNI.

Pada perdagangan Kamis (29/9/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 40 poin (0,58%) ke level 7.036. Sektor teknologi, transportasi & logistic, industri, keuangan, properti & real estate, infrastruktur, bahan baku, konsumen primer, konsumen non primer bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, ditengah situasi dan kondisi yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Bahkan, para pejabat The Fed kemarin kembali menegaskan bahwa mereka akan terus menaikkan tingkat suku bunga untuk menjaga inflasi yang begitu tinggi, dan mereka yakin bahwa pelaku pasar dan investor akan dapat memahami pesan yang akan mereka sampaikan. Komite melihat akan ada sejumlah kenaikkan besar tambahan pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan,  situasi dan kondisi juga kian dipersulit, karena inflasi Jerman pada akhirnya mencapai dua digit untuk pertama kalinya sejak 20 tahun yang lalu. Inflasi mengalami kenaikkan bahkan hingga 10.9% dari tahun lalu, dimana kenaikkan tersebut naik dari sebelumnya 8.8%. Hal ini tentu saja akan memberikan tekanan kepada data inflasi Eropa yang akan keluar pada hari ini.

“Oleh sebab itu kami melihat, data inflasi dari Eropa yang keluar hari ini, tentu akan memberikan tekanan tersendiri kepada pelaku pasar dan investor. Situasi dan kondisi masih akan memburuk sebelum semuanya membaik, dan bahkan ini belum masuk ke dalam situasi dan kondisi yang memburuk pemirsa, karena perjalanan baru saja dimulai,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (30/9/2022).

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, pada akhirnya, divergen antara tingkat suku bunga Bank Sentral Tiongkok dengan The Fed, telah mendorong Yuan mengalami pelemahan terhadap Dollar sejak krisis keuangan pada tahun 2008. Yuan pada akhirnya melemah menjadi 7.24 per Dollar, sebuah level yang tidak pernah terlihat dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Namun yang menariknya, Bank Sentral Tiongkok tidak melawannya, karena ada beredar kabar bahwa Tiongkok mungkin akan mengurangi dukungannya untuk mata uang ditengah penguatan Dollar dan melemahnya nilai tukar global.

“Kami berharap tentu Bank Sentral Tiongkok, akan mengukur kebijakan yang akan dikeluarkan dengan dampak dan efektivitas yang akan dirasakan. Sejauh ini terkait dengan pelemahan Yuan maupun Yen, semua akan mulai memasuki tahap dimana ada titik keseimbangan baru pada tahun ini, dimana situasi dan kondisi akan berubah dengan cepat,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Tidak berbeda dengan di dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pelaku pasar di dalam negeri masih di selimuti potensi ancaman resesi global yang mungkin bisa terjadi akan berimbas ke dalam negeri. Kebijakan-kebijakan agresi bank sentral di seluruh negara dalam perang terhadap inflasi sehingga mendorong bank sentral melakukan kenaikan suku bunga acuannya. Pasar cemas serangkaian kebijakan akan memperlemah proses pemulihan ekonomi dalam negeri. Kondisi ini tentunya memberikan tekanan psikologis ke pelaku pasar yang cenderung untuk wait and see masuk ke aset berisiko.

Di sisi lain, bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas moneter dalam negeri. Dimana sikap BI terus mengupayakan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, terutama melalui strategi triple intervention dan operation twist. dilakukan baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan untuk mengawasi lima saham potensi melesat  jelang akhir pekan. Kelima saham tersebut adalah BBNI, TOWR, INDY, SLIS, AGRO.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia