Jumat, 15 Mei 2026

Jangan Panik, Yuk! Stay Cool di Rupiah

Penulis : Lona Olavia
3 Okt 2022 | 15:37 WIB
BAGIKAN
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Jakarta.
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Jakarta.

JAKARTA, investor.id – Kendati nilai tukar rupiah konsisten berada dikisaran Rp 15.000 per dolar AS hingga saat ini menyusul kenaikan tajam indeks dolar AS, namun masyarakat diimbau untuk tidak panik. Pasalnya, kenaikan dolar AS dinilai hanya sementara meski kebijakan Fed hawkish yang memicu suku bunga acuan masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, secara global memang dolar AS ada di urutan pertama. Hal ini bisa dilihat dari nilai tukar euro terhadap USD yang berada di bawah paritas, dan poundsterling terhadap USD yang mungkin juga sebentar lagi ada di paritas.

Tetapi, ia meyakini, ini bukan kondisi yang akan berlangsung seterusnya. Sebab, bagaimanapun negara berkembang juga akan melakukan counter kebijakan untuk mempertahankan nilai tukarnya masing-masing dengan kebijakan moneter, baik dari segi suku bunga atau intervensi yang mengurangi ketergantungan pada USD sebagai cadangan devisa maupun sebagai nilai tukar perdagangan teritorial dan regional.

ADVERTISEMENT

“Jadi, kita tidak perlu panik, karena USD juga tidak bisa digunakan transaksi dalam negeri. Dengan beberapa kebijakan moneter dan BI, kurs akan bisa dipertahankan,” ungkapnya kepada Investor Daily, Senin (3/10/2022).

Senada, Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Revandra Aritama menuturkan, cadangan devisa Indonesia dilaporkan terakhir masih berada di level US$ 132,2 miliar. Jumlah ini setara dengan pembiayaan sekitar 6 bulan impor, sementara standard kecukupan devisa ada di 3 bulan impor, artinya cadangan dolar AS di Indonesia masih diatas cukup.

“Hal ini tidak lepas dari positifnya neraca perdagangan Indonesia beberapa waktu terakhir,” katanya.

Di pasar spot, rupiah melemah 1,3% secara mingguan terhadap dolar AS dan ditutup lagi-lagi melemah pada perdagangan awal pekan ini. Di saat yang sama indeks dolar AS sempat tembus level tertinggi tahun ini di 114.

Proyeksi Fed tersebut pun seolah menjadi bahan bakar untuk dolar AS menguat. Indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback menguat tajam bahkan sampai tembus 114 yang menjadi posisi tertinggi untuk tahun ini dan dalam dua dekade terakhir.

Ini merupakan fenomena yang mengglobal dan bukan hanya rupiah saja yang melemah.

Di sisi lain, kendati Bank Indonesia (BI) sudah mengerek suku bunga acuan naik 75 basis poin (bps) sejak bulan Agustus, tetapi rupiah seolah masih enggan beranjak dari level Rp 15.000 per dolar AS.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia