Jumat, 15 Mei 2026

Kredit Tumbuh Pesat, Begini Prospek Saham BCA (BBCA)

Penulis : Parluhutan Situmorang
24 Okt 2022 | 08:58 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi BCA. (Foto: Ist)
Ilustrasi BCA. (Foto: Ist)

JAKARTA, Investor.id - Pertumbuhan kinerja keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA diproyeksi terus berlanjut, seiring dengan momentum ekonomi Indonesia yang masih tetap menjanjikan. Hal ini akan berimbas positif terhadap pergerakan harga saham bank dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Indonesia ini.

Prospek pertumbuhan yang berlanjut tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham BBCA dengan target harga Rp 9.300. Target harga tersebut menunjukkan potensi cuan bagi investor lebih lanjut setelah saham BBCA akhir pekan lalu masih berada di level Rp 8.650.

Target harga tersebut juga memperkirakan lompatan laba bersih BCA menjadi Rp 36,98 triliun tahun ini dan diharapkan melesat menjadi Rp 41,86 triliun pada 2023. Sedangkan pendapatan bunga bersih diperkirakan mencapai Rp 62,55 triliun tahun ini dan menjadi Rp 68,83 triliun pada 2023. Tahun lalu, BCA mencatatkan pendapatan bunga bersih dan laba bersih masing-masing Rp 56,47 triliun dan Rp 31,42 triliun.

ADVERTISEMENT

CGS CIMB Sekuritas menyebutkan bahwa emiten berkode saham BBCA tersebut berhasil mencatatkan peningkatan kredit sebesar 12,6% menjadi Rp 682 triliun hingga September 2022. Angka tersebut sudah melampaui target penyaluran kredit yang ditetapkan perseroan mencapai 10% sampai akhir tahun.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, penyaluran kredit investasi juga menunjukkan peningkatan menjadi 13,4% pada September, dibandingkan Juni 2022 sekitar 12,4%. Kenaikan permintaan didukung pertumbuhan sejumlah sektor bisnis, seperti telekomunikasi, infrastruktur, edible oil, kehutanan, dan makanan maupun minuman.

“Sedangkan pertumbuhan kredit perseroan tahun depan dirpediksi mencapai 12% atau target tersebut sungguh mengejutkan. Target ini mengasusikan kebutuhan kredit akan tetap meingkat, karena perseroan membutuhkan modal kerja, seiring dengan berlanjutnya peningkatan aktivitas ekonomi,” tulis CGS CIMB Sekuritas dalam risetnya.

Begitu juga dengan perkiraan kredit konsumer, CGS CIMB Sekuritas menyebutkan, akan tetap melanjutkan pertumbuhan seperti permintaan kredit properti dari para konsumen. Berbagai faktor tersebut diharapkan menjadikan tingkat pertumuhan kinerja keuangan BBCA tahun depan akan lebih pesat, dibandingkan realisasi tahun ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia