Telkom (TLKM) Tetap Pegang GOTO, Bagaimana Astra (ASII)?
JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan tetap memegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), meski periode penguncian (lock up) saham seri A GOTO berakhir pada 30 November 2022. Lantas, bagaimana dengan investor besar yang lain, misalnya PT Astra International Tbk (ASII)?
Head of Corporate Investor Relation Astra International Tira Ardianti mengatakan, Astra selalu melakukan evaluasi secara berkala terkait investasinya di GOTO. Namun, menurut Tira, perseroan tidak dapat memberikan pernyataan yang bersifat prediktif ke depan.
"Semua investasi Astra selalu dievaluasi secara berkala dengan komitmen penuh untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kinerja perusahaan dengan memperhatikan kepentingan terbaik para pemangku kepentingan," kata Tira kepada Investor Daily, Rabu (26/10/2022).
Mengacu pada laporan kinerja di semester I-2022, emiten bersandi ASII ini mencatatkan laba bersih secara konsolidasi termasuk keuntungan nilai wajar atas investasi di GOTO mencapai Rp 18,2 triliun, atau 106% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga:
Bobot GOTO terhadap IHSG DibatasiJika tidak memperhitungkan keuntungan yang belum direalisasikan, laba bersih Grup Astra meningkat 64% menjadi Rp 14,5 triliun, atau mencerminkan kinerja kuat dari hampir semua divisi bisnis terutama divisi alat berat dan pertambangan, otomotif, serta jasa keuangan Grup Astra. Dengan demikian, keuntungan nilai wajar ASII atas investasinya GOTO sebesar Rp 3,7 triliun.
Analis Central Capital Futures Wahyu Tri Laksono mencermati bahwa menjelang berakhirnya periode lock up saham seri A GOTO, Astra akan cenderung mempertahankan investasinya secara jangka panjang, kecuali terdapat tekanan likuiditas yang besar sehingga perlu dilepas.
"Untuk jangka panjang semuanya sangat potensial. Jadi tidak bisa dilihat dalam konteks jangka pendek, di mana saham teknologi sedang jatuh. Bahkan, di saat banyak saham umumnya memang terkoreksi," kata Wahyu.
Ekspansi Astra ke GOTO juga merupakan bagian dari diversifikasi di luar bisnis-bisnis perseroan yang sudah mapan seperti sektor otomotif dan agrobisnis. Dengan begitu, di saat investasi Astra di saham GOTO jatuh, Astra akan tetap memiliki keunggulan, terutama di tahun ini di sektor komoditas industri.
Wahyu memprediksi, 2022 sampai 2023 boleh jadi merupakan tahun yang belum cukup meyakinkan bagi kinerja saham GOTO. Namun, dalam jangka panjang, saham teknologi tersebut sangat berpotensi untuk rebound.
"Jadi, 300-400 masih sangat mungkin dikejar. Setidaknya sampai akhir tahun depan. Yang kita bicarakan ini GOTO. Super cap dan memiliki ekosistem kuat dan besar didukung oleh Gojek Tokopedia dan financial tech services-nya," ujar Wahyu.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






