Kamis, 14 Mei 2026

BRI (BBRI) Lagi Siapkan Aksi Korporasi, lho!

Penulis : Jauhari Mahardhika
16 Nov 2022 | 16:19 WIB
BAGIKAN
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Kuartal III Tahun 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (16/11/2022). (Foto: ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Kuartal III Tahun 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (16/11/2022). (Foto: ANTARA/Agatha Olivia Victoria)

JAKARTA, investor.id – Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengungkapkan, perseroan sedang menyiapkan aksi korporasi. Sebab itu, perseroan melakukan limited review laporan keuangan.

"Limited review yang dilakukan oleh auditor kami ini sebagai bagian dari rencana aksi korporasi yang akan dilakukan BRI," ungkap Viviana secara daring di Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Namun, ia menjelaskan, rencana aksi korporasi tersebut masih dalam proses internal dan belum bisa disampaikan lebih detail kepada publik saat ini.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Sunarso menambahkan, limited review yang dilakukan pada laporan keuangan BRI menjadi salah satu penyebab publikasi kinerja perseroan pada kuartal III-2022 sedikit terlambat.

Adapun perbankan lainnya sudah mulai mempublikasikan kinerja perusahaan sejak akhir Oktober 2022 hingga awal November 2022.

Meski begitu, laba bersih emiten berkode saham BBRI ini hingga kuartal III-2022 berhasil melesat lebih tinggi dibandingkan perbankan lainnya, yakni mampu mencapai Rp 39,31 triliun atau naik 106,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, BBRI pada tahun lalu telah melakukan aksi korporasi rights issue dengan nilai transaksi mencapai Rp 95,92 triliun, yang digunakan untuk modal kerja holding ultramikro dan pengembangan ekosistem bagi segmen pelaku usaha ultramikro serta bisnis mikro dan kecil.

Penggunaan dana hasil rights issue sekitar Rp 54,7 triliun menjadi penyertaan BBRI di Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagai konsekuensi dari inbreng pemerintah.

Sementara, maksimal dana tunai yang BBRI terima sekitar Rp 41 triliun dan sekitar 60-70% dialokasikan untuk modal kerja perseroan dalam rangka pengembangan serta penguatan ekosistem segmen ultramikro, serta sisanya untuk modal kerja pada segmen bisnis mikro dan kecil.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia