Menu
Sign in
@ Contact
Search
Anthoni Salim. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Anthoni Salim. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Usai Grup Salim Gabung, Pamor BUMI Terus Melambung

Kamis, 24 November 2022 | 20:43 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik kasta pindah tercatat di papan utama dari sebelumnya papan pengembangan. Hal itu sehubungan dengan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) dan yang akan efektif mulai 30 November 2022.

BEI berpandangan bahwa hingga November 2022, BUMI telah memenuhi kriteria untuk tercatat di papan utama.

Baca juga: BUMI Naik Kasta ke Papan Utama, Apa Bedanya dengan Papan Pengembangan?

“Di samping itu, BUMI juga kembali masuk dalam daftar MSCI Global Standard Indexes untuk kategori MSCI Small Cap Indexes. Susunan tersebut berlaku efektif mulai 1 Desember 2022,” ungkap Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava dalam keterangan resmi, Kamis (24/11/2022).

MSCI Index adalah indeks yang diluncurkan oleh Morgan Stansley Capital International. Indeks ini berisi daftar 1.546 saham perusahaan di seluruh dunia dan menjadi tolok ukur pasar saham global yang dimaksudkan untuk mewakili segmen pasar global yang luas.

Sejak Grup Salim bergabung sebagai salah satu pemegang saham, pamor BUMI terus melambung. Padahal perusahaan batu bara terbesar di RI ini sempat masuk fase penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Kini Moody’s juga meningkatkan atau mengerek peringkat BUMI jadi B3 dengan Outlook Stable. Perseroan pun baru mengumumkan telah meraih penghargaan pemenang kategori Corporate Risk Manager of the Year dalam acara Energy Risk Asia Awards 2022 yang diumumkan bersamaan dengan Energy Risk Asia Virtual Conference pada 14 sampai 18 November 2022.

Manajemen perseroan mulai buka-bukaan kemungkinan pembagian dividen. Dileep Srivastava mengungkapkan, terkait pembagian dividen, perseroan ingin melakukannya secepat mungkin yang bisa dilakukan. Tetapi, masih ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

"Saya sudah katakan kami berusaha secepatnya yang mungkin bisa dilakukan,” terang Dileep, baru-baru ini.

Dia menambahkan, prospek dari apa yang BUMI lakukan saat ini akan menghasilkan profit yang cukup besar pada tahun ini dan tahun depan. "Kami memperkirakan kemungkinan untuk pembagian dividen mulai dari tahun depan. Tapi untuk lebih pastinya itu akhir 2024. Itu target kami," papar Dileep.

Baca juga: Lagi-lagi, BUMI Punya Kabar Bahagia

Sebelumnya, BUMI menegaskan bahwa transaksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement senilai US$ 1,6 miliar (Rp 24 triliun) berhasil dirampungkan. Sejumlah 200 miliar saham telah dicatatkan di BEI pada Rabu (19/10/2022), sehingga jumlah saham yang beredar meningkat menjadi 343.841.242.189 dari semula 143.841.242.189 saham.

“Seluruh sisa kewajiban utang PKPU telah dipenuhi dan telah dilakukan proses pembayaran secara tunai,” ungkap Dileep.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com