Jumat, 15 Mei 2026

Raih Restu dari OJK, BEI Bakal Luncurkan Papan Ekonomi Baru pada 5 Desember 2022

Penulis : Indah Handayani
29 Nov 2022 | 15:29 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan press room Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas di depan press room Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mendapatkan restu dari Otorias Jasa Keuangan (OJK) untuk mengimplementasikan Papan New Economy atau Papan Ekonomi Baru. Untuk itu, BEI bakal meluncurkan papan ekonomi baru tersebut pada 5 Desember 2022.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, hal itu seiring dengan persetujuan dari OJK atas peraturan bursa Nomor 1-Y Tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat di Papan Ekonomi Baru. Ia pun menegaskan, papan ekonomi baru ini adalah papan pencatatan yang setara dengan papan utama.

Oleh karena itu, Jeffrey menambahkan, dalam papan ekonomi baru tersebut terdapat beberapa kriteria. Mulai dari memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk atau jasa yang meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, serta memiliki kemanfaatan sosial.

ADVERTISEMENT

“Kami di bursa akan menetapkan beberapa kriteria yang intinya adalah untuk memberikan keterbukaan informasi kepada investor. Jadi apapun yang kami lakukan di bursa, utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada investor,” ungkap Jeffrey di sela edukasi wartawan BEI, Selasa (29/11/2022).  

Spesialis Pengembangan Peraturan dan Perusahaan Tercatat Syandy Ramadhan menegaskan, mengatakan, saat ini BEI saat ini masih melakukan evaluasi. Targetnya, papan ekonomi baru tersebut akan diimplementasikan pada 5 Desember 2022. “Namun, sebelumnya, Bursa akan mengumumkan pengumuman pencatatannya pada 2 Desember 2022. Termasuk, siapa saja yang akan masuk dalam papan ekonomi baru tersebut," kata Syandy.

Syandy menambahkan, ada beberapa kriteria karakteristik bidang usaha yang ditetapkan BEI untuk masuk dalam papan ekonomi baru tersebut, yaitu teknologi dan industry otonom, genom dan biomedis, feintech atau teknologi keuangan, generasi internet berikutnya, cloud computing dan big data, keamanan siber, mobil masa depan, permainan video, dan bidang usaha yang ditetapkan oleh bursa lainnya.  

Sementara itu, Kepala Unit Pengembangan Startup dan SME BEI Aditya Nugraha menegaskan,  BEI mencatat, terdapat lima tujuan dari implementasi papan ekonomi baru. Pertama, untuk perkembangan perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan menciptakan inovasi. Kemudian, untuk memfasilitasi tren penawaran saham umum perdana atau IPO perusahaan berbasis teknologi yang semakin meningkat.

Tidak hanya itu, lanjutnya, sebagai terusan dari penerbitan Peraturan OJK No 22/2021 tentang Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Bersifat Ekuitas Berupa Saham. Tujuan keempat, yakni diperlukannya segmentasi khusus pada papan pencatatan BEI. Terakhir, sebagai wujud perlindungan investor dalam menentukan strategi investasi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia