Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Signifikan Dipicu Sinyal Perlambatan Laju Suku Bunga Fed

Penulis : Grace El Dora
1 Des 2022 | 18:02 WIB
BAGIKAN
Pekerja menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)
Pekerja menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (1/12) sore menguat signifikan, dipicu sinyal perlambatan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed).

Rupiah ditutup menguat 169 poin atau 1,07% ke posisi Rp 15.563 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.732 per dolar AS.

Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto di Jakarta pada Kamis mengatakan pergerakan rupiah beberapa waktu terakhir lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global.

“Hari ini sendiri memang karena dipengaruhi oleh sinyal positif dari Jerome Powell, terkait dengan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang lebih moderat di Desember ini,” ujar Rully, Kamis.

ADVERTISEMENT

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan mulai menerapkan kenaikan suku bunga acuan yang lebih kecil pada Desember.

Investor pun menangkap sinyal bahwa kenaikan suku bunga bank sentral tidak akan seagresif sebelumnya untuk tahun depan dan merespons pernyataan Powell dengan masuk ke aset berisiko untuk memanfaatkan peluang.

“Dari dalam negeri, perkembangan positif juga muncul dari inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi,” kata Rully.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi November 2022 mencapai 0,09% dibanding bulan sebelumnya (month to month/ mtm), yang disumbang kenaikan harga telur ayam ras dengan andil 0,02%.

Dengan inflasi 0,09% (mtm) pada bulan lalu, inflasi tahunan mencapai 5,42% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/YoY) dan dibanding Desember 2021 mencapai 4,82% (year to date/ ytd).

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp 15.608 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.542 per dolar AS hingga Rp 15.642 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp 15.617 per dolar AS, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.742 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia