Jumat, 15 Mei 2026

Sentimen Ini Bikin IHSG Fluktuatif di Sesi I, Apakah itu?

Penulis : Indah Handayani
5 Des 2022 | 12:34 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Pengunjung melihat layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id – IHSG bergerak fluktuatif pada perdagangan sesi I, Senin (5/12/2022). Akhirnya, IHSG ditutup turun tipis 1,89 poin (0,03%) ke level 7.017,74.  Ternyata, sentimen ini yang bikin IHSG fluktuatif di sesi I, apakah itu?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG  bergerak fluktuatif dan bursa regional Asia cenderung mixed di awal pekan ini yang dipengaruhi sentimen pelonggaran kebijakan lockdown Tiongkok dan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). “Pasar tampaknya merespon positif kebijakan pelonggaran lockdown Covid-19 di Tiongkok,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (5/12/2022).

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pemerintah kota Beijing dan Shanghai akhir pekan kemarin melakukan penghentian pemeriksaan tes Covid-19 di area public dan transportasi umum, masyarakat dapat membeli obat flu dan anti demam di konter tanpa mendaftar, mengizinkan beberapa orang yang dites positif dikarantina di rumah.

ADVERTISEMENT

“Pelaku pasar dan investor memandang pelonggaran kebijakan tersebut tentunya akan menjadi momentum ekonomi Tiongkok kembali menggeliat sehingga ini akan menjadi awal  dan langkah pemulihan ekonomi,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Di sisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pasar dan pelaku pasar juga merespon rilis data ekonomi AS sehubungan deng laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis pada akhir pekan kemarin. Data nonfarm payrolls AS periode November menunjukkan kenaikan 263 ribu, melebihi perkiraan 200 ribu.

Hal ini, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan tentunya akan perhatian pasar sehubungan akan kebijakan The Fed selanjutnya. Pasar tampaknya berekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap menaikan suku bunga acuannya namun akan memperlambat laju kenaikan suku bunga bulan ini.

“PGAS. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.860-1.935. Dengan PER; 7,26x dan PBV; 0,863x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia