Jumat, 15 Mei 2026

Telkom (TLKM) Sebut GOTO Akan Untungkan Telkom Mulai 2023, Kok Bisa?

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
7 Des 2022 | 16:10 WIB
BAGIKAN
GoTo. (Foto: Perseroan)
GoTo. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) optimistis investasi PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan mendatangkan keuntungan besar mulai tahun depan. Sedangkan penurunan harga saham GOTO dalam beberapa hari terakhir dipicu atas aksi profit taking para investor dan yang bersifat sementara.

Chief Executive Officer Telkom Ririek Adriansyah menilai, GOTO adalah perusahaan dengan fundamental baik, hanya saja setelah periode lock up dibuka terjadi aksi profit taking pada pasar negosiasi. Hal inilah yang membuat harga saham dari GOTO menurun. “Setelah aksi profit taking ini selesai, harga saham GOTO diproyeksikan kembali stabil,” jelasnya kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (7/12/22).

Dia melanjutkan, Telkom sendiri berinvestasi sebesar US$ 450 juta pada saham GOTO pada masa sebelum IPO di level Rp 272 per saham. Harga itu sebagai low based saham GOTO saat itu. “Harga GOTO saat ini adalah low based, sehingga besar kemungkinan GOTO akan memberikan potensi pendapatan yang tinggi pada tahun depan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Chief Financial Officer Heri Supriadi mengatakan, Perseroan berharap mendapatkan keuntungan dari sinergi value dengan GOTO. Potensi keuntungan tersebut bakal mengangkat laba dari TLKM secara signifikan. Bahkan, untung dari GOTO sebetulnya berpotensi lebih besar dari para pesaing seperti halnya Grab.

“Kalau dibandingkan dengan Grab, katakanlah pendapatan operasional Rp 11 triliun, termasuk pemasukan dari komisi dan lainya. Pendapatan GOTO sendiri dari sektor yang sama mampu tembus Rp 17 triliun, pun dari sisi marketcap GOTO lebih besar,” kata dia.

Berdasarkan catatan Investor Daily, saat ramainya pemberitaan soal penuruan harga saham GOTO. Telkom tetap berkomitmen untuk memegang saham GOTO dan menilai penurunan harga saham GOTO adalah suatu hal yang wajar akibat fluktuatif pasar. Selain itu, Telkomsel menilai investasi yang dilakukan pada PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah memperkuat ekonomi digital nasional secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengungkapkan, pelemahan saham GOTO pasca berakhirnya periode lockup pada 30 November 2022 adalah hal wajar akibat fluktuatif di pasar yang akan mengikuti perkembangan pasar. Seiring dengan kondisi GOTO yang saat ini sudah menjadi perusahaan terbuka. “Dampaknya bisa saja berjalan dalam jangka pendek. GOTO tetap memiliki peluang untuk tumbuh sesuai dengan konsistensi GoTo dalam pengembangan bisnis, khususnya di sektor digital secara jangka panjang,” ungkap Saki.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia