Kenaikan Suku Bunga The Fed Kembali Tekan Imbal Hasil SUN
JAKARTA, investor.id - Pekan ini imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak pada level 7,1-7,15%. Meningkatnya imbal hasil dipengaruhi oleh kekhawatiran kenaikan tingkat suku bunga The Fed.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus mengatakan, pasar pekan ini akan mencermati sentimen hasil rapat yang akan dilakukan oleh The Fed pekan ini. Ia menyebutkan kekhawatiran dan keyakinan dari para investor akan menjadi penentu permintaan imbal hasil akan naik atau sebaliknya. "Disisi lain, data inflasi dari Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi penentu," jelasnya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, imbal hasil pekan depan pada rentang 5 tahun akan bergerak pada rentang 6,20% hingga 6,30%, kemudian 15 tahun pada rentang 6,9-7,00%, dan untuk 20 tahun akan bergerak pada rentang 7,1-7,15%.
Hal senada diungkapkan Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana. Ia mengatakan, The Fed diperkirakan kembali meningkatkan suku bunga hingga 50 basis poin. Ini akan berdampak pada permintaan imbal hasil pada level 7% untuk yield bertenor 10 tahun. Soal sentimen sendiri, Ia menyebutkan data trade balance dari dalam negeri akan menjadi data yang cukup diperhatikan pasar.
Kurangi Penerbitan SUN
Tahun depan, menurut Nico pemerintah akan mengurangi penerbitan SUN sejalan dengan surplus dari penjualan komoditas. Secara historis, dalam dua tahun terakhir penerbitan surat utang sendiri mengalami penurunan. Tentu hal ini merupakan salah satu sentimen yang positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dan fiscal berjalan yang sehat. "Tentu fokus utama penggunaan APBN akan bergantung terhadap rencana RAPBN 2023 mendatang. Apabila antara penerimaan dengan rencana pemerintah kurang, utang akan menjadi pilihan," kata dia.
Untuk diketahui, pekan ini pemerintah tidak menerbitkan SUN sejalan dengan penerimaan pajak tahun 2022 hingga Oktober 2022, yang jumlahnya sudah mencapai 97.5% atau Rp 1448.2 triliun. "Hal ini yang kami perhatikan sudah lebih dari cukup untuk tidak lagi mengandalkan utang, setidaknya hingga akhir tahun ini," kata Nico.
Disisi lain, selama 2022 pemerintah juga menunjukan penurunan utang luar negeri sejak kuartal III-2022. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan utang luar negeri sektor publik, pemerintah dan bank sentral maupun sektor swasta.
Secara rinci, utang luar negeri pemerintah mengalami kontraksi sebesar 11,3% secara tahunan. Ia melanjutkan, penurunan ini disebabkan oleh adanya perpindahan investasi pada SBN domestic ke instrument lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor non residen pada SBN domestic seiring dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Pelunasan atas beberapa pinjaman program dan proyek yang jatuh tempo juga mendorong penurunan utang luar negeri.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






