Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Seiring Kekhawatiran Pasar akan Masa Resesi

Penulis : Grace El Dora
15 Des 2022 | 13:09 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang dolar Amerika Serikat di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom)
Petugas menghitung uang dolar Amerika Serikat di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (15/12) pagi melemah, seiring kekhawatiran pasar akan masa resesi ekonomi.

Rupiah pagi ini melemah 17 poin atau 0,1% ke posisi Rp 15.610 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.593 per dolar AS.

“Pasar mengkhawatirkan lingkungan suku bunga tinggi bisa mendorong perekonomian masuk ke masa resesi,” kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra kepada Antara di Jakarta, Kamis.

ADVERTISEMENT

Semalam, bank sentral Amerika Serikat (AS) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke kisaran 4,25% sampai 4,5% atau ke titik tertinggi dalam 15 tahun.

Bank sentral Inggris (BoE) pun siap menaikkan bunga lagi, meski dilanda resesi. Pengumuman kebijakan BoE dilakukan beberapa jam setelah Fed menaikkan suku bunga setengah poin persentase atau 50 basis poin (bps). BoE mengisyaratkan lebih banyak kenaikan biaya pinjaman pada akhir 2023.

Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority/ HKMA) turut menaikkan suku bunga dasarnya yang dibebankan melalui jendela diskon atau fasilitas diskonto overnight sebesar 50 bps menjadi 4,75%, beberapa jam setelah Fed menyampaikan kenaikan suku bunga dengan margin yang sama.

Selain menaikkan suku bunga acuan, Gubernur Fed Jerome Powell menekankan kebijakan kenaikan suku bunga acuan dan pengetatan moneter masih belum selesai, meskipun kenaikan saat ini tidak sebesar kenaikan sebelumnya yakni 75 bps.

Fed melihat tekanan inflasi di Negeri Paman Sam masih tinggi karena masih jauh dari target 2%, meskipun saat ini mulai menunjukkan penurunan.

Maka dari itu, menurut Ariston, penegasan Powell tersebut bisa memicu pelemahan rupiah hari ini. Potensi pelemahan ke kisaran Rp 15.620 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp 15.560 per dolar AS.

Pada Rabu (14/12) rupiah ditutup menguat 64 poin atau 0,41% ke posisi Rp 15.593 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.657 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia